Dana Bencana Rp51,6 Miliar di Aceh Selatan Diduga Langgar Aturan 

Jumat, 25 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bupati Asel di Jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Kantor Bupati Asel di Jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

TAPAKTUAN  | MA — Penggunaan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp51,6 miliar yang dialokasikan untuk penanggulangan dan pemulihan bencana di Kabupaten Aceh Selatan menjadi perhatian publik.

Sorotan muncul menyusul adanya dugaan bahwa sebagian alokasi dana tersebut digunakan untuk menyelesaikan beban utang daerah dari kegiatan sebelumnya. Dugaan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan apakah seluruh dana TKD benar-benar digunakan untuk kegiatan tanggap darurat maupun rehabilitasi dan rekonstruksi bencana yang menjadi peruntukannya.

BACA JUGA...  Wabup Dukung Pengibaran Bendera Raksasa di Burni Kelieten oleh MAHAGAPA UGP Takengon

Sejumlah sumber juga mempertanyakan capaian progres pekerjaan yang disebut telah menembus lebih dari 60 persen dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa sebagian pekerjaan fisik yang dilaporkan sebagai capaian program pemulihan bencana merupakan pekerjaan dari kegiatan sebelumnya yang kemudian dilaporkan kembali dalam program tahun berjalan.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian melalui dokumen anggaran, laporan realisasi, serta pemeriksaan fisik di lapangan.

BACA JUGA...  Upacara HBN Ke-75 di Aceh Selatan: Jaga Persatuan dan Perkuat Kebangsaan

Mediaaceh.co.id berupaya memperoleh klarifikasi dari sejumlah pihak yang berkompeten, di antaranya Sekretaris Daerah Aceh Selatan Diva Samudra Putra, Kepala Bappeda Aceh Selatan Azhari, serta salah seorang pejabat pada BPKD Aceh Selatan. Hingga berita ini disusun, pihak-pihak tersebut belum memberikan tanggapan.

Berita Terkait

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan
PABPDSI Perkuat Peran Desa
Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA
Persiapan HSN 2026, Ayah Wa Gandeng Ulama 
Bupati Asel HMW Lantik Sembilan Plt Jadi Definitif, Dua Lainnya “Impor”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:04 WIB

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB