Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono menerima penghargaan Apresiasi Minerba 2026 kategori Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Jakarta, 3 November 2026.

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono menerima penghargaan Apresiasi Minerba 2026 kategori Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Jakarta, 3 November 2026.

LHOKNGA | MA — Ketergantungan Aceh terhadap pasokan kedelai dari luar daerah yang mencapai sekitar 90 persen mendorong perlunya alternatif bahan baku pangan lokal. Menjawab tantangan tersebut, PT Solusi Bangun Andalas bersama Rumoh Pangan Aceh (RPA) mengembangkan kacang koro pedang sebagai bahan baku alternatif tempe. Program ini berhasil meraih Apresiasi Minerba 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, 3 November 2026.

BACA JUGA...  Antisipasi Banjir, Pemkab Keruk 10.000 Meter Sungai

Penghargaan kategori Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral tersebut diberikan atas keberhasilan program revitalisasi kearifan lokal Koro Meusyahu melalui program PENDEKAR.

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.

“Bagi kami, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar menghadirkan bantuan, tetapi bagaimana bersama-sama menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujar Edi.

BACA JUGA...  Pj Walikota Lhokseumawe Gelar Silaturahmi dengan Insan Pers

Melalui kerja sama dengan RPA, perusahaan mendorong masyarakat di Desa Nagaumbang, wilayah ring 1 perusahaan, untuk mengembangkan budidaya kacang koro pedang.

Komoditas tersebut dinilai memiliki biaya pokok produksi lebih rendah dan produktivitas lahan lebih baik dibandingkan kedelai. Pemanfaatannya sebagai bahan baku tempe berpotensi menekan biaya produksi perajin hingga 15 persen.

Berita Terkait

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 
Bupati Asel H. Mirwan MS Tetapkan Darurat Bencana untuk Masa 14 Hari
Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan
100 Hari Penentuan! Ayah Wa Tantang 10 Pejabat Baru Buktikan Kinerja

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Rabu, 4 November 2026 - 08:15 WIB

Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati

Rabu, 4 November 2026 - 07:54 WIB

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Minggu, 1 November 2026 - 20:54 WIB

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat terima pompa air foto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Selasa (3/11).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:54 WIB