Antisipasi Banjir, Pemkab Keruk 10.000 Meter Sungai

Selasa, 17 Mei 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IDI|AP– Untuk mengantisipasi banjir dalam empat kecamatan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, menurunkan dua unit alat berat untuk melakukan pengerukan 10 kilometer atau 10.000 meter sungai dangkal dalam beberapa desa di Kecamatan Banda Alam.

Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM. Thaib atau Rocky meninjau pengerukan sungai sepanjang 10.000 meter di Desa Jambo Reuhat, Kec. Banda Alam, Kab. Aceh Timur, Selasa 17 Mei 2016. Foto Humas Aceh Timur 17052016--Tinjau Pengerukan Sungai
Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM. Thaib atau Rocky meninjau pengerukan sungai sepanjang 10.000 meter di Desa Jambo Reuhat, Kec. Banda Alam, Kab. Aceh Timur, Selasa 17 Mei 2016. Foto Humas Aceh Timur
17052016–Tinjau Pengerukan Sungai

Sungai dangkal yang dikeruk meliputi Desa Jambo Reuhat, Benteng, Seuneubok Pangoe hingga tembus ke Desa Panton Rayeuk M. “Pengerukan kita lakukan untuk menghindari banjir yang terjadi setiap akhir tahun di daerah pedalaman ini,” kata Bupati Aceh Timur, H.Hasballah HM.Thaib atau Rocky ketika meninjau Normalisasi Sungai di Kec. Banda Alam, Selasa 17 Mei 2016 sekira pukul 16:30.
 
Dia mengatakan, banjir yang terjadi di Kec. Idi Tunong, Darul Ihsan dan Idi Rayeuk merupakan banjir kiriman di Kec. Banda Alam. Debit air yang tinggi didaerah perbukitan menyebabkan terjadinya luapan sungai. “Sungai dangkal inilah penyebab air masuk ke pemukiman penduduk,” kata Rocky.
 
Diharapkan, setelah dilakukan pengerukan sungai dapat menciptakan Banda Alam terbebas dari banjir mulai tahun ini. “Jikapun debit air tinggi, maka banjir dadakan cepat surut, karena sungai sepanjang Banda Alam sudah bersih,” demikian Bupati Rocky. (Nil).

BACA JUGA...  Terkait Viralnya Video Joget Siswa, Kadisdikbud Aceh Utara Sidak Ke SMPN 1 Tanah Jambo Aye

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB