oleh

Vaksin Sinovac dan Keabsahannya

Kita sadari, kajian dan analisa yang dilakukan MUI merupakan upaya untuk mematahkan Halal Haram terhadap Vaksin Sinovac.

Feature | Syawaluddin

VAKSIN adalah antibodi yang disuntikan kedalam tubuh manusia, sebagai upaya menambah dan menghindari dari serangan Corona Virus Disease (Covid19) yang sangat mematikan itu.

Vaksin Sinovac asal Cina (Foto : Ilustrasi)

Para ahli dibelahan dunia, saat ini, terus melakukan riset dan analisa kasus untuk menemukan produksi Vaksin terbaiknya.

Saat ini Indonesia diviralkan dengan temuan dan produksi masal Vaksin Sinovac Covid19 asal Cina tersebut, terkait Halal dan Haram-nya vaksin tersebut.

Namun setelah ada kajian dan analisa mendalam yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan Fatwa-nya memufuskan dugaan Haram penggunaan Vaksin Sinovac.

Kita sadari, kajian dan analisa yang dilakukan MUI merupakan upaya untuk mematahkan Halal Haram terhadap Vaksin Sinovac.

Tak hanya itu, isu menimbulkan efek setelah dilakukan vaksinasi, masih saja simpang siur. Dan perlu kajian lebih mendalam kebenarannya.

Di Pemerintah Provinsi Aceh, untuk meyakinkan penggunaan Vaksin Sinovac buatan Cina tak menimbulkan efek, pemberian suntikan vaksinasi Vaksin Sinovac dimulai dari, Gubernur Aceh, Pangdam, Tokoh Masyarakat atau biasa disebut dengan Forkopimda.

Lalu para Direktur Rumah Sakit, Kepala Puskesmas, Kepala Dinas dan Tenaga Kesehatan. Ternyata setelah mereka mendapatkan suntik vasinasi Vaksin Sinovac tidak mendapat efek apa-apa.

Itu semua dilakukan untuk memenangkan masyarakat Aceh yang gusar terhadap efek vaksinasi Vaksin Sinovac. Dan dimulai dari para pemimpin di Provinsi Aceh.

Padahal Vaksin bekerja dengan mempersiapkan sistem kekebalan kita untuk menghasilkan antibodi dan daya ingat kekebalan terhadap virus atau bakteri tertentu.

Ketika tubuh kita bertemu dengan patogen yang sama di kemudian hari, sistem kekebalan kita akan dapat merespons dengan cepat, sehingga mencegah perkembangan penyakit.

Namun, beberapa orang tidak cocok menerima jenis vaksin tertentu. Mereka antara lain pasien kanker atau orang yang
alergi terhadap bahan tertentu dalam vaksin.

Bila ada cukup jumlah orang di masyarakat yang mendapatkan vaksinasi dan risiko penularan lokal berkurang, kekebalan kelompok tercapai.

Oleh karena itu, mendapatkan vaksinasi tidak hanya melindungi diri kita sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita.

Secara umum, sebagian besar vaksinasi aman. Efek samping yang umum antara lain nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, demam ringan, dan nyeri otot. Seringkali, efek samping ini ringan dan sementara, dan tidak dialami oleh semua orang.

Beberapa orang mungkin mengalami efek samping yang lebih parah, tetapi secara umum jarang terjadi.

Sejumlah calon vaksin COVID-19 di seluruh dunia telah memasuki uji klinis fase III. Vaksin ini menggunakan mekanisme berbeda untuk mencapai tujuan yang sama – membantu mencegah COVID-19.

Semua calon vaksin harus menjalani tahap uji praklinis di laboratorium untuk memastikan efek dan keamanannya bila digunakan pada hewan hidup. Setelah itu, relawan yang sebagian besar adalah individu sehat direkrut untuk fase klinis I hingga III yang secara progresif mempelajari
keamanan dan kemanjuran vaksin tersebut. Seperti semua vaksin, vaksin COVID-19 harus melalui proses pengembangan ini.

Mengizinkan anggota masyarakat untuk diberikan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif sangat penting untuk memulai kembali cara hidup normal di Hong Kong. Pada tahun mendatang, Pemerintah mempelopori program vaksinasi agar masyarakat dapat menerima vaksin secara sukarela.

Pemerintah telah menetapkan Peraturan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
(Penggunaan Vaksin) (Cap. 599K) (Peraturan), yang memberdayakan Sekretaris Pangan dan Kesehatan untuk mengesahkan dan mengizinkan penggunaan tertentu dari vaksin COVID-19 yang relevan di Hong Kong dalam situasi darurat.

Untuk memastikan bahwa vaksin COVID-19
resmi yang disetujui untuk penggunaan darurat tertentu berdasarkan Peraturan masih mematuhi persyaratan keamanan, kemanjuran, dan kualitas, pengesahan oleh Sekretaris Pangan dan Kesehatan harus didasarkan pada data klinis yang objektif dan pandangan para ahli, dan dilengkapi dengan mekanisme untuk memantau setiap kejadian buruk yang terjadi pada penerima terkait dengan pemberian vaksin yang relevan.

Faktanya riset dan pengembangan periode vaksin COVID-19 mengalami tekanan besar
dibandingkan dengan vaksin biasa lainnya. Oleh karena itu, terjadinya peristiwa efek samping yang jarang atau tidak dapat diperkirakan setelah vaksinasi yang luas pada penduduk tidak boleh dikesampingkan. Pemerintah akan memantau setiap efek samping yang terjadi pada penerima yang berhubungan dengan pemberian vaksin terkait.

Anggota masyarakat akan diberi tahu dengan jelas tentang informasi yang relevan
sehubungan dengan vaksin sebelum vaksinasi, dan vaksin harus diberikan dengan persetujuan penerima. Untuk memfasilitasi pengaturan di atas, Pemerintah akan memberikan informasi terbaru tentang vaksin yang relevan melalui saluran yang berbeda pada waktu yang tepat, agar anggota masyarakat dapat menerima informasi yang akurat mengenai vaksin yang
relevan.

Vaksin adalah bagian penting dalam perang melawan virus; namun, tidak ada vaksin yang dapat memberikan perlindungan 100. Oleh karena itu, tindakan pencegahan lainnya tetap penting. Selama epidemi, bahkan setelah divaksinasi, anggota masyarakat harus terus mengikuti langkah-langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan diri, memakai masker dengan benar, dan menjaga jarak sosial.

Selain itu, karena koinfeksi influenza dan COVID-19 dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah, menerima vaksin influenza juga merupakan tindakan pencegahan yang penting. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..