Pers Maju, Bangsa Melaju: Suara dari Kilometer Nol Indonesia

Selasa, 28 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Bernadus Wilson Lumi

ADA yang istimewa dari Sabang pekan ini. Sabang kembali menjadi saksi sejarah. Di titik paling barat Indonesia, tepat di Monumen Kilometer Nol Indonesia, gema suara para insan pers menggema membawa pesan kebangsaan. Bukan sekadar perayaan ulang tahun ke-79 Serikat Perusahaan Pers (SPS), tapi sebuah pernyataan sikap yang mengguncang kesadaran: pers Indonesia sedang berada di titik kritis, dan negara harus hadir menyelamatkannya.

BACA JUGA...  Putusan MK Tentang Presidential Treshold Adalah Sebuah Tragedi Demokrasi 

Deklarasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas situasi yang makin genting. Disrupsi digital telah menekan ruang hidup media konvensional, pendapatan iklan tersedot platform global, sementara literasi publik—terutama pembaca muda—kian melemah. Media yang dulu menjadi benteng demokrasi kini harus berjuang untuk sekadar bertahan hidup.

Deklarasi Sabang, begitu nama yang disematkan, bukan hanya simbol geografis, tetapi juga metafora kebangkitan. Dari titik nol inilah SPS menyerukan dimulainya babak baru perjuangan pers nasional—kemandirian, keberlanjutan, dan keberpihakan terhadap kebenaran.

BACA JUGA...  MBG yang Bagus dalam Perencanaan, Namun Amburadul dalam Pelaksanaan

Ketua Umum SPS, Januar P. Ruswita, menegaskan bahwa Sabang bukan hanya lokasi simbolik, tetapi juga panggilan untuk memulai kembali dari titik nol. “Dari titik nol inilah kami menyerukan kebangkitan kembali industri pers nasional agar ekosistem media Indonesia tidak berhenti di titik krisis, tapi justru memulai babak baru menuju kemandirian dan keberlanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA...  TAPD Aceh Selatan di Kendalikan Pj. Bupati

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

HUKOM

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Sabtu, 24 Okt 2026 - 22:13 WIB

NEWS FEATURE

ORARI Aceh Tamiang Perluas Pos Pantau Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:16 WIB