Pers Maju, Bangsa Melaju: Suara dari Kilometer Nol Indonesia

Selasa, 28 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketiga, komitmen menumbuhkan literasi media bagi generasi muda. Tanpa pembaca yang cerdas dan kritis, jurnalisme akan kehilangan maknanya. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, memverifikasi, dan menghargai kebenaran. Dalam era di mana setiap orang bisa menjadi penyebar informasi, kemampuan memilah kebenaran menjadi benteng terakhir dari banjir hoaks.

BACA JUGA...  Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Ketiga poin ini sesungguhnya bukan sekadar agenda organisasi, tapi panggilan moral bagi bangsa. Ketika media nasional lemah, yang mengambil alih ruang publik adalah suara-suara tak bertanggung jawab. Dan ketika generasi muda kehilangan kepercayaan pada media, yang lahir adalah kekosongan nurani demokrasi.

Dari Sabang untuk Indonesia

Seruan SPS dari Sabang sesungguhnya adalah panggilan untuk bangsa. Ketika pers melemah, demokrasi kehilangan nuraninya. Ketika media tidak berdaya secara ekonomi, kebenaran bisa diperjualbelikan. Dan ketika generasi muda kehilangan kepercayaan pada pers, maka bangsa kehilangan arah berpikirnya.

BACA JUGA...  PKI Biadab Sukarno Memuja

Kini saatnya negara menunjukkan keberpihakan. Pemerintah harus melihat media bukan semata industri, tetapi juga pilar demokrasi dan ruang edukasi publik. Kini bola ada di tangan pemerintah. Apakah negara akan berpangku tangan melihat pers perlahan melemah, ataukah berani berdiri di sisi sejarah untuk memperkuatnya?

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

HUKOM

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Sabtu, 24 Okt 2026 - 22:13 WIB

NEWS FEATURE

ORARI Aceh Tamiang Perluas Pos Pantau Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:16 WIB