Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Selasa, 29 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Asel HMW saat berpidato dalam kampanye Pilkada di Labuhan Haji, dua tahun lalu.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Bupati Asel HMW saat berpidato dalam kampanye Pilkada di Labuhan Haji, dua tahun lalu.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Oleh: Masluyuddin Kluet

Kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan (Asel) belakangan ini kian memperihatinkan.

Di tengah guncangan ekonomi dan kebutuhan hidup yang terus merangkak naik, ingatan para abdi negara tersebut secara alamiah tertuju pada satu titik: janji kampanye Bupati H. Mirwan MS (HMW).

Dalam ingatan kolektif publik, khususnya saat panggung kampanye akbar di Labuhan Haji, terucap janji manis untuk menaikkan Tunjangan Capaian (TC) rata-rata Rp1.000.000/bulan/pegawai jika terpilih memimpin periode 2024–2029.

BACA JUGA...  Publik Konsentrasi ke Habib Rizieq, PDIP Sibuk Memaksakan RUU HIP

Namun, ketika roda pemerintahan sudah berjalan, janji indah tersebut tak kunjung menampakkan wujudnya. Walhasil, gelombang kekecewaan mulai menyeruak dari sudut-sudut kantor pemerintahan.

Janji Politik Bukan Sekadar Angin Lalu

Di dalam tradisi politik dan tata kelola pemerintahan, janji kampanye bukanlah sekadar pemanis retorika untuk meraup suara di tempat pemungutan suara (TPS).

BACA JUGA...  Politik Bukan Milik Elit :  Pelajaran dari Zohran Mamdani untuk Anak Muda Aceh di Pilchiksung

Tetapi, dalam kontrak sosial dan utang moral yang mengikat kepemimpinan seorang kepala daerah.

Dalam konteks nilai dan etika, bahkan ajaran agama, janji yang tidak ditepati adalah mencederai. Dan, mengabaikan janji yang telah diumbar secara terbuka adalah bentuk krisis integritas.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB