OPINI  

Moral Call: Kemewahan Seorang Leader

Oleh: Hamdan Budiman

Kemewahan sering kali kita bayangkan sebagai rumah besar, harta berlimpah, atau fasilitas hidup yang serba mudah. Namun bagi seorang pemimpin sejati, kemewahan tidak diukur dari apa yang tampak di luar. Kemewahan seorang leader justru lahir dari panggilan moral “moral call”, yang membuat dirinya berbeda dari orang kebanyakan.

BACA JUGA...  Mengapa Oligarki Kaya Raya Tapi Negara Kere dan Banyak Utang

Menjadi pemimpin berarti siap menanggung beban yang tidak ringan. Ada jutaan harapan yang dititipkan, ada banyak nasib yang bergantung pada setiap keputusan. Di titik inilah panggilan moral menjadi kemewahan: karena tidak semua orang sanggup menolak godaan kepentingan pribadi, tidak semua orang berani berdiri tegak ketika kebenaran menuntut pengorbanan.

Kemewahan seorang leader tampak ketika ia berani berkata jujur meski risikonya besar. Ia tidak takut kehilangan popularitas demi menjaga nuraninya. Pemimpin yang demikian memahami bahwa kepercayaan lebih berharga daripada pujian, dan integritas lebih kuat daripada kekuasaan.

BACA JUGA...  Razman dan Hukum Amburadul Indonesia

Lebih dari itu, moral call menjadikan seorang pemimpin memiliki kerendahan hati untuk mendengar. Di balik suara keras ambisi dan kebisingan kekuasaan, ia memilih menajamkan telinga pada suara hati dan suara orang-orang yang dipimpinnya. Mendengar dengan empati adalah kemewahan yang tidak semua pemimpin punya, sebab dari situlah lahir kebijakan yang benar-benar membawa kebaikan.