Mengapa Oligarki Kaya Raya Tapi Negara Kere dan Banyak Utang

Sabtu, 2 April 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto: hotfokus.com.

Sumber foto: hotfokus.com.

Oleh : Salamuddin Daeng

Indonesia itu punya dua pilihan dalam sistem ekonomi. 1) sistem ekonomi untuk memperkaya negara dan pemerintahan, atau 2) sistem ekonomi untuk memperkaya oligarki penguasa yang sekaligus pengusaha. Keduanya tinggal dipilih oleh bangsa Indonesia. Jika pilihannya benar maka bangsa Indonesia bisa mencapai gemah ripah loh jinawi, baldatun toibatun warabbun ghofur.

Mengapa? Karena Indonesia ini dalam hal sumber daya alam adalah negara dengan kekayaan alam terlengkap di dunia. Ini tentu patut kita syukuri dengan menyusun sistem pengelolan yang benar, yang adil, yang manusiawi. Sistem ekonomi Indonesia itu berpijak di atas sumber daya alam yang melimpah. Sistem ekonomi Indonesia itu tidak menggantung di awang awang.

Bayangkan saja ya. Jika hasil produksi batubara sebanyak 610 juta ton saat ini atau senilai 158,6 miliar dolar atau senilai Rp.2299 triliun, dibagi dua dengan negara maka pemerintah bisa membayar seluruh utang hanya dalam tempo tujuh tahun lunas.

Produksi sawit sebanyak 47 juta ton atau senilai 282 miliar ringgit atau senilai 950 Triliun, maka jika dibagi dua dengan pemerintah maka itu cukup untuk menggratiskan seluruh minyak goreng dan bio diesel yang selama ini banyak dipake untuk truck pengangkut sawit dan batu bara.

Itu baru dari dua komoditi yakni sawit dan batubara. Bagaimana yang lain. Coba kita lihat datanya.

BACA JUGA...  Mari Kenali Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Indonesia merupakan produsen tembaga ke-9 terbesar di dunia, urutan pertama produsen nikel terbesar di dunia, urutan ke-13 produsen bauxite di dunia, urutan ke-2 produksi timah di dunia, urutan ke-6 produksi emas di dunia, urutan ke-16 produksi perak di dunia, urutan ke-11 produksi gas alam di dunia, urutan ke-4 produsen batu bara di dunia, produksi CPO (minyak sawit) terbesar atau urutan 1 di dunia, urutan ke-8 penghasil kertas di dunia, urutan ke-22 penghasil minyak di dunia, urutan ke-2 produsen kayu di dunia, dan lain sebagainya. Indonesia memiliki cadangan besar dalam gas alam, batu bara, minyak, tembaga, emas, timah, bauxite, nikel, timber, serta kekayaan hayati dan biodiversitas yang besar.

BACA JUGA...  Hilangnya Teuku Raja Itam: Tragedi Ulee Balang Terakhir di Tengah Revolusi Sosial Aceh

Tapi apa mau dikata Menteri Keuangan Indonesia tidak memadai dalam hal ini. Keterbatasan ide gagasan dan pengetahuan membuat pemerintah tidak bisa membaca keadaan dan tidak memiliki strategi untuk mencari uang untuk negara dan pemerintahan.

Akhirnya yang jago cari uang adalah oligarki, mereka adalah penguasa sumber daya alam termasuk batubara dan sawit. Tangan mereka panjang hingga seluruh lini pemerintahan. Akibatnya negara kehilangam momentum menata sistem pengelolaan kekayaan alam. Negeri yang begini kaya tapi pemerintahannya kere dan banyak utang.

BACA JUGA...  Tarmizi Age: Jangan Biarkan Tambang Aceh Dikuasai Cukong

Jadi inilah yang harus dipikirkan oleh elite negara, setelah berfikir maka mulai memilih sistem yang benar. Jadi yang dipikir bukan tiga periode atau perpanjang masa jabatan Pak De, tapi membangun sistem pengelolaan sumber daya alam menurut semangat proklamasi, UUD 1945, pasal 33 UUD 1945, dan melaksanakan amanat penderitaan rakyat (Ampera). Masalah tiga periode atau perpanjang jabatan, alon alon asal kelakon Pak De, ojo kesusu., Kalau memang rejekinya sampean tak kan lari gunung dikejar.[]

Penulis : Salamuddin Daeng

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Okt 2026 - 21:39 WIB

Para mahasiswa pelaksana  poto bersama dengan sebagian siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh yang menjadi peserta workshop.(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Senin, 26 Okt 2026 - 21:25 WIB