Hilangnya Teuku Raja Itam: Tragedi Ulee Balang Terakhir di Tengah Revolusi Sosial Aceh

Senin, 27 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi:
Teuku Raja Itam.

Foto Ilustrasi: Teuku Raja Itam.

Oleh: Fajar D TU

Teuku Raja Itam, Ulee Balang terakhir dari Patek, Aceh Barat, hilang tanpa jejak dalam Revolusi Sosial Aceh tahun 1946. Tragedi ini mencerminkan benturan antara bangsawan dan ulama pro-Republik. Misterinya belum terpecahkan hingga kini.

Lebih dari tujuh dekade berlalu, misteri hilangnya Teuku Raja Itam, Ulee Balang terakhir Patek, Aceh Barat, belum juga terungkap. Lahir tahun 1887, ia memimpin rakyatnya sejak 1908 hingga 1946, sebelum terseret gelombang kekerasan Revolusi Sosial Aceh. Sejarah mencatat, ia hilang tanpa jejak, dan makamnya tak pernah ditemukan.

BACA JUGA...  Aceh Kembali Masuk Nominasi Pangripta Nusantara

Akar Pertentangan: Ulee Balang dan Gerakan Rakyat

Sebelum kemerdekaan 1945, Aceh masih berada di bawah sistem feodal. Para uleebalang berkuasa di wilayah mukim dan menjalankan administrasi kolonial. Mereka mengatur pajak, hukum, dan keamanan lokal, serta mempertahankan hubungan erat dengan pemerintahan Belanda.

Namun di sisi lain, muncul gelombang baru perjuangan Islam dan nasionalisme. Para ulama membentuk Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) pada 1939 — wadah perjuangan melawan penjajahan dan ketimpangan sosial.

BACA JUGA...  Guru Penggerak Ideal, Seperti Apa?

Ketegangan antara kaum uleebalang dan ulama pun mengeras.

Sejarawan Anthony Reid dalam karyanya The Blood of the People: Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra (1979) menulis,

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudi Hariyanto saat membaca amanat Panglima TNI pada upacara HUT TNI Ke-80 tahun 2026.

MILITER

Peringatan HUT TNI Ke-80, Veteran Terima Santunan 

Senin, 5 Okt 2026 - 18:16 WIB

Bupati Aceh Tengah saat terima dana rehab pasar dari pemerintah pusat.

PEMERINTAHAN

Aceh Tengah Terima Anggaran Pusat 2.6 Miliar 

Senin, 5 Okt 2026 - 18:05 WIB

Kondisi badan jalan yang sangat parah di atas lereng gunung di lintasan dua kecamatan Kluet Tengah dan Kluet Timur.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 

Senin, 5 Okt 2026 - 17:50 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa) saat membaca amanat dihadapan para Forkompinda Aceh Utara terkait keberhasilan putra-putri Aceh Utara di tingkat daerah dan nasional dengan nada yang terharu dan terpancar dengan mata berkaca-kaca., Senin (5/10).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Menangis, Kafilah MTQ Aceh Utara Diguyur Apresiasi

Senin, 5 Okt 2026 - 17:42 WIB