Hilangnya Teuku Raja Itam: Tragedi Ulee Balang Terakhir di Tengah Revolusi Sosial Aceh

Senin, 27 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi:
Teuku Raja Itam.

Foto Ilustrasi: Teuku Raja Itam.

Daud Beureueh dan PUSA: Antara Politik dan Idealisme

Nama Teungku Muhammad Daud Beureueh, tokoh ulama kharismatik Aceh, kerap dikaitkan dengan Revolusi Sosial. Sebagai pemimpin PUSA, ia dikenal tegas memperjuangkan kemerdekaan dan pembentukan pemerintahan Islam di Aceh yang sejalan dengan Republik Indonesia.

Namun, tuduhan bahwa Daud Beureueh memerintahkan pembunuhan uleebalang banyak dibantah oleh sejarawan.

BACA JUGA...  RAPI Peukan Bada Gelar Kenduri Maulid

Menurut Anthony Reid,

“Tidak ada bukti kuat bahwa Daud Beureueh memerintahkan pembantaian. Kekerasan itu muncul spontan dari massa, akibat dendam sosial dan hasrat perubahan.”

Sementara Rusdi Sufi, penulis Aceh dalam Dinamika Sejarah Indonesia (1990), menilai Revolusi Sosial adalah “tragedi internal” bangsa Aceh.

“Ini bukan perang antara kebenaran dan kesalahan, tapi antara dua tafsir terhadap kemerdekaan,” tulisnya.

BACA JUGA...  PKI Biadab Sukarno Memuja

Sejarawan dan ulama Aceh Ali Hasjmy dalam Sejarah Kebangkitan Islam dan Perjuangan di Aceh (1976) juga mencatat, banyak ulama sesungguhnya menyesali kekerasan itu. Namun, situasi revolusi membuat kendali sosial hilang.

“Ketika rakyat berteriak merdeka, amarah sosial sulit dikendalikan,” kata Hasjmy.

Teuku Raja Itam: Pemimpin yang Dihormati

Di mata rakyatnya, Teuku Raja Itam bukan sekadar bangsawan, melainkan tokoh yang dekat dengan masyarakat. Ia sering membantu petani, memediasi konflik, dan mengayomi anak yatim.

BACA JUGA...  Jangan Pandang Mazhab,  Solidaritas Islam Harus Diperkuat 

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudi Hariyanto saat membaca amanat Panglima TNI pada upacara HUT TNI Ke-80 tahun 2026.

MILITER

Peringatan HUT TNI Ke-80, Veteran Terima Santunan 

Senin, 5 Okt 2026 - 18:16 WIB

Bupati Aceh Tengah saat terima dana rehab pasar dari pemerintah pusat.

PEMERINTAHAN

Aceh Tengah Terima Anggaran Pusat 2.6 Miliar 

Senin, 5 Okt 2026 - 18:05 WIB

Kondisi badan jalan yang sangat parah di atas lereng gunung di lintasan dua kecamatan Kluet Tengah dan Kluet Timur.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 

Senin, 5 Okt 2026 - 17:50 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa) saat membaca amanat dihadapan para Forkompinda Aceh Utara terkait keberhasilan putra-putri Aceh Utara di tingkat daerah dan nasional dengan nada yang terharu dan terpancar dengan mata berkaca-kaca., Senin (5/10).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Menangis, Kafilah MTQ Aceh Utara Diguyur Apresiasi

Senin, 5 Okt 2026 - 17:42 WIB