OPINI  

Hilangnya Teuku Raja Itam: Tragedi Ulee Balang Terakhir di Tengah Revolusi Sosial Aceh

Foto Ilustrasi: Teuku Raja Itam.

Rekonsiliasi Sejarah Aceh

Kini, para sejarawan muda Aceh menyerukan rekonsiliasi sejarah. Mereka menilai sudah saatnya masyarakat menulis ulang kisah masa lalu dengan cara yang lebih berimbang.

“Ulama dan uleebalang adalah dua pilar Aceh,” ujar Rusdi Sufi dalam seminar Refleksi Revolusi Sosial Aceh di Banda Aceh (2023).

“Yang satu menjaga iman, yang satu menjaga adat. Keduanya pernah bentrok, tapi keduanya juga membentuk identitas Aceh hari ini.”

BACA JUGA...  Barona Raja: Terimakasih Masyarakat Aceh dan Aceh Utara

Sementara itu, Ali Hasjmy mengingatkan:

“Kemerdekaan bukan sekadar mengganti kekuasaan, tapi memperbaiki keadilan.”

Pelajaran dari Tragedi

Kisah hilangnya Teuku Raja Itam menjadi cermin bahwa revolusi, betapapun idealnya, selalu menuntut harga kemanusiaan.

Bagi Aceh, peristiwa itu menjadi pengingat bahwa perubahan sosial harus dibarengi dengan kebijaksanaan moral.

Kini, lebih dari tujuh puluh tahun kemudian, nama Teuku Raja Itam tetap hidup — bukan hanya dalam catatan sejarah, tetapi juga dalam hati rakyat Patek yang masih menunggu kejelasan. (*)