Hilangnya Teuku Raja Itam: Tragedi Ulee Balang Terakhir di Tengah Revolusi Sosial Aceh

Senin, 27 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi:
Teuku Raja Itam.

Foto Ilustrasi: Teuku Raja Itam.

“Sebagian masyarakat tumbuh dengan narasi sepihak — ulama dianggap pahlawan, uleebalang dianggap pengkhianat — padahal keduanya bagian dari sejarah yang sama,” ujarnya.

Pasca Revolusi: Dari Darah ke Damai

Setelah Revolusi Sosial, kekuasaan politik di Aceh sepenuhnya dipegang oleh kalangan ulama. Di bawah pimpinan Teungku Daud Beureueh, Aceh sempat menjadi daerah paling stabil di Sumatra awal 1950-an.

BACA JUGA...  Quo Vadis Implementasi Kebijakan PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah: Potensi dan Pembelajaran dari EITC di Amerika Serikat

Namun hubungan Aceh dengan Jakarta kembali menegang setelah status otonomi yang dijanjikan tidak kunjung direalisasi. Akibatnya, pada 1953, Daud Beureueh memimpin pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Aceh.

Sejarawan Anthony Reid melihat bahwa luka Revolusi Sosial berkontribusi terhadap konflik ini. “Ketegangan antara agama, keadilan sosial, dan kekuasaan pusat adalah warisan langsung dari revolusi 1946,” tulisnya.

BACA JUGA...  Menguatkan Budaya Baca dan Menulis di Aceh Selatan, Menuju Daerah Berbasis Intelektual

Misteri yang Tak Pernah Terpecahkan

Hingga kini, lokasi makam Teuku Raja Itam belum ditemukan. Beberapa peneliti lokal menduga ia dimakamkan secara massal di pedalaman Aceh Barat. Penelitian Cut Rasyidah (2020) menyebut, kemungkinan besar ia tewas bersama beberapa bangsawan lain tanpa tanda kuburan.

Namun, di tengah hilangnya bukti, masyarakat tetap mengenangnya. Setiap tahun, warga Patek menggelar doa bersama di bekas kediamannya. Sebuah rumah tua berdinding papan kini menjadi situs sejarah tidak resmi, tempat orang berziarah diam-diam mengenang sosoknya.

BACA JUGA...  Dua Putra Ulama Aceh Masuk Dalam Pengurus Inti Partai Demokrat Aceh

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Peserta JPT Aceh Utara sedang mengikuti ujian.

PEMERINTAHAN

32 Peserta JPT Aceh Utara Tunggu Hasil Pansel

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:56 WIB

EDUKASI

HUT ke-81 TNI, Warga Terima Bantuan

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:45 WIB

Kepala cabang dinas pendidikan wilayah Aceh Utara Dr. Muhammad Johan, S. Pd,. M. Pd.

PEMERINTAHAN

Empat Siswa di Aceh Utara Tembus Final Nasional KSR 2026

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:57 WIB

EKBIS

Bank Aceh Tumbuh Positif, DPK Capai Rp27,58 Triliun

Rabu, 7 Okt 2026 - 07:52 WIB