Muhammad Iqbal Nilai Kerusakan Hutan Jadi Biang Bencana Aceh

Selasa, 6 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati sosial Muhammad Iqbal.

Pemerhati sosial Muhammad Iqbal.

BIREUEN | MA  – Kerusakan hutan lindung dan hutan adat yang terus terjadi di Aceh dinilai menjadi penyebab utama meningkatnya bencana banjir bandang dan longsor di berbagai daerah. Perambahan hutan yang berlangsung tanpa kendali kini berdampak langsung pada keselamatan dan kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan Muhammad Iqbal, masyarakat Aceh yang aktif mengamati persoalan lingkungan, Selasa, 6 Januari 2026.

BACA JUGA...  Wali Nanggroe Aceh Temui Mendagri di Jakarta 

Menurutnya, bencana yang melanda sedikitnya 18 kabupaten/kota di Aceh bukan semata-mata karena faktor alam, tetapi akibat rusaknya hutan sebagai penyangga utama lingkungan.

“Kalau hutan rusak, air tidak lagi tertahan. Saat hujan deras, banjir dan longsor tidak bisa dihindari,” kata Muhammad Iqbal.

Ia menjelaskan, alih fungsi hutan lindung dan hutan adat menjadi kebun sawit, serta maraknya tambang ilegal seperti galian C dan tambang emas tanpa izin, telah merusak fungsi hutan. Aktivitas tersebut terjadi di berbagai wilayah, termasuk kawasan Batu Gajah dan sekitarnya.

BACA JUGA...  F-CSR dan FW-AMPK Desak PT. Semadam Melalui BPN, Minta Data HGU, HPT dan APL

Menurut Muhammad Iqbal, lemahnya pengawasan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga peran tokoh adat membuat perambahan hutan terus berlanjut.

“Banyak yang tahu, tapi dibiarkan. Akhirnya rakyat yang menanggung dampaknya,” ujarnya.

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB