Hilangnya Teuku Raja Itam: Tragedi Ulee Balang Terakhir di Tengah Revolusi Sosial Aceh

Senin, 27 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi:
Teuku Raja Itam.

Foto Ilustrasi: Teuku Raja Itam.

Namun statusnya sebagai uleebalang menjadikannya target kebencian massa pro-republik yang menilai semua bangsawan sebagai antek kolonial. Padahal, menurut Cut Rasyidah, peneliti sejarah dari Banda Aceh dalam Jurnal Sejarah dan Budaya Aceh (2020),

“Tidak semua uleebalang pro-Belanda. Beberapa justru mendukung kemerdekaan, hanya berbeda cara dalam memperjuangkannya.”

Rasyidah menulis, hilangnya Teuku Raja Itam menandai “berakhirnya satu zaman kepemimpinan adat yang harmonis dengan nilai Islam lokal.”

BACA JUGA...  Aceh Utara Kirim 20 Peserta untuk 10 Cabang MQK Aceh

Trauma yang Panjang

Bagi keluarga besar Teuku Raja Itam dan keturunan uleebalang lainnya, peristiwa 1945–1946 meninggalkan luka mendalam. Hingga kini, sebagian masih enggan membicarakannya.

“Kami tidak mencari pelaku. Kami hanya ingin sejarah menulis yang sebenarnya,” ujar seorang cucu Teuku Raja Itam kepada Aceh Heritage Review.

Menurut Ibrahim Alfian, lebih dari 150 keluarga uleebalang di Aceh lenyap dalam periode Revolusi Sosial. Banyak dokumen, rumah, dan catatan sejarah ikut musnah. “Generasi berikutnya kehilangan jejak asal-usul dan sejarah keluarganya,” tulis Alfian.

BACA JUGA...  Ketika Hujan Turun Masyarakat Trauma : Pemerintah Harus Peka

Rusdi Sufi menambahkan, tragedi itu menciptakan “trauma antargenerasi” yang mempengaruhi relasi sosial Aceh selama puluhan tahun.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Peserta JPT Aceh Utara sedang mengikuti ujian.

PEMERINTAHAN

32 Peserta JPT Aceh Utara Tunggu Hasil Pansel

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:56 WIB

EDUKASI

HUT ke-81 TNI, Warga Terima Bantuan

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:45 WIB

Kepala cabang dinas pendidikan wilayah Aceh Utara Dr. Muhammad Johan, S. Pd,. M. Pd.

PEMERINTAHAN

Empat Siswa di Aceh Utara Tembus Final Nasional KSR 2026

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:57 WIB

EKBIS

Bank Aceh Tumbuh Positif, DPK Capai Rp27,58 Triliun

Rabu, 7 Okt 2026 - 07:52 WIB