Oleh: Maslow Kluet
SITUASI politik Aceh Selatan saat ini, bak angin topan, derunya terasa menerpa di mana-mana. Tapi ujud fisiknya tidak kelihatan secara kasat mata.
Kecuali orang-orang yang peka yang mampu “melihat” hantaman topan itu seperti sedang menerpa kuat sekali.
Adalah dinamika politik yang sedang menggelinding seperti bola liar.
Sanksi pemberhentian sementara terhadap Bupati Aceh H. Mirwan MS, bagi sebagian pihak sudah tepat, tetapi sebagian lainnya menganggap belum menyentuh substansi pelanggaran atas kesalahan yang fatal yaitu mengingkari janji mengutamakan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi, keluarga dan kelompok.
Adanya sanksi pemberhentian tiga bulan oleh Mendagri Tito Karnavian dan pemecatan dari Partai Gerindra, H. Mirwan MS kehilangan kepercayaan dari sebagian besar masyarakat. Tidak saja masyarakat Aceh Selatan, tetapi masyarakat di luar pun bahkan lebih banyak.
Pada sisi lain, memberikan dampak berantai terhadap kebijakan pembangunan baik sektor infrastruktur dan sosial kemasyarakatan di daerah.
Dari perspektif sosial ekonomi dan pembangunan kemasyarakatan, dapat dianalisis secara objektif bahwa pemberhentian H. Mirwan MS berdampak sistemik terhadap kebijakan dan pelaksanaan pembangunan.




