oleh

PW PII Adakan Kajian Islam Bersama Yayasan Islamic Australia.

Banda Aceh | AP – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh menyelenggarakan Kajian Islam bersama Teuku Chalidin Yacob, yang merupakan Ketua Yayasan Ashabul Kahfi Islamic Center New South Wales, Sydney, Australia, di Aula Iskandar Abdul Jalil, Sekretariat PW PII Aceh, Jalan K H Ahmad Dahlan, Merduati No 1 Banda Aceh, Selasa (16/05/2017).

Kajian Islam mengangkat tema “Optimalisasi Peran Organisasi Islam Dan Kadernya Dalam Gerakan Dakwah Dan Persatuan Ummat di Indonesia Serta Potret Perkembangan Muslim di Australia.

Teuku Chalidin Yacob, yang juga menjadi pemateri pada acara ini juga merupakan penulis buku Muslim Melayu Penemu Australia Potret Muslim Indonesia Di Benua Kangguru, dimana dalam bukunya ini dia meyakini dan memaparkan bukti bukti bahwa orang Melayu atau Makasarlah yang pertama menemukan benua Australia.

Dia mengatakan, dewasa ini umat Islam kelihatanya hidup seperti dinegeri orang, padahal di negara kita mayoritas penganut agama Islam.

“Kenapa yang minoritas sepertinya menguasai keadaan, ini ada apa?, jawabannya ada pada kita sendiri selaku ummat Islam.” ujar Chalidin.

Selanjutnya, Chalidin menegaskan bahwa, umat Islam tidak boleh terjebak pada hal hal khilafiah yang dapat memecahkan persatuan ummat Islam yang pada akhirnya dapat melemahkan syiar Islam itu sendiri.
“Kader Pelajar Islam Indonesia jangan sekali kali terjebak dengan masalah khilafiah, itu bukan urusan kita, ingat kita ini pelajar, ya tugas kita ya belajar,” tegas Chalidin yang pernah menjadi Ketua Umum PB PII periode 1986 – 1989 ini.

Mengenai perkembangan Muslim di Australia sekarang, katanya, bahwa umat Islam di Australia bertambah 3 kali lipat ketika waktu beliau mula mula menetap disana 30 tahun silam.

“Muslim Australia dengan tulus segera akan memberikan financialnya baik untuk kegiatan dakwah, program program hari hari besar Islam maupun untuk program charity bagi yang membutuhkannya,” tambahnya.

Acara kajian Islam ini selain diikuti oleh para kader muda Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh dan diikuti oleh beberapa kader masa lalu yang sengaja datang untuk melihat atau bertemu langsung dengan Teuku Chalidin Yacob, karena sudah sekian lama tidak berjumpa dan menetap di Sydney Australia. [AS]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..