Rapa’i, Serune Kalee dan Suara yang Menjaga Ingatan Budaya Aceh

Rabu, 19 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) — Aceh dikenal sebagai daerah yang kaya akan sejarah, adat dan keindahan alam. Namun, di balik itu semua, provinsi di ujung barat Indonesia ini juga memiliki kekayaan seni musik tradisional yang hingga kini masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Rapa’i, Serune Kalee, Geundrang, Bangsi Alas, Arbab hingga Canang bukan sekadar alat musik. Masing-masing memiliki cerita, fungsi dan perjalanan panjang yang berkaitan erat dengan tradisi masyarakat Aceh.

BACA JUGA...  Pembangunan Aceh Besar Harus Berdasarkan Kebutuhan

Alat-alat musik tersebut digunakan dalam berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni, penyambutan tamu, upacara adat hingga kegiatan sosial masyarakat. Suaranya menjadi bagian dari warna budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kepala Bidang Bahasa dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Nurlaila Hamjah, S.Sos., M.M., mengatakan keberadaan musik tradisional merupakan bagian penting dari identitas budaya Aceh yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

BACA JUGA...  Gampong Nusa, Desa Wisata Peraih Penghargaan Nasional yang Menjaga Budaya Aceh Tetap Hidup

“Alat musik tradisional Aceh bukan hanya benda budaya, tetapi merupakan bagian dari identitas dan sejarah masyarakat Aceh. Di dalamnya terdapat nilai-nilai, pengetahuan dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Nurlaila.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB