Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) — Sebuah penutup kepala bisa menjadi lebih dari sekadar pelengkap pakaian. Di Aceh, benda yang dikenakan di kepala dapat membawa identitas, estetika, filosofi, bahkan jejak sejarah yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah satunya adalah Kupiah Meukeutop.

Penutup kepala tradisional ini menjadi bagian dari busana adat Aceh. Bentuknya yang khas, relatif tinggi dengan bagian atas menyerupai mahkota, serta permainan warna dan ornamen membuatnya mudah dikenali.

BACA JUGA...  Dari Rapa'i Dabus hingga Ceuraceu Embun, Delegasi Brazil Terpukau Pesona Aceh

Namun, di balik bentuk yang tampak sederhana itu terdapat keterampilan perajin. Pemilihan bahan, penyusunan warna, pembuatan pola, hingga proses merangkai setiap bagian membutuhkan ketelitian agar menghasilkan kupiah dengan karakter yang kuat.

Kupiah Meukeutop pada akhirnya bukan hanya benda yang dikenakan.

Ia menjadi bagian dari bahasa visual masyarakat Aceh.

Dari Busana Adat hingga Simbol Perjuangan

Kupiah Meukeutop memiliki kaitan yang kuat dengan sejarah Aceh.

BACA JUGA...  KRI TNI-AL dr Soeharso Obati Ribuan Masyarakat Selama Sail Sabang

Penutup kepala ini dikenal luas melalui sosok Teuku Umar, salah satu pahlawan nasional yang terlibat dalam perjuangan rakyat Aceh melawan kolonialisme.

Keterkaitan tersebut kemudian menjadikan Kupiah Meukeutop sebagai salah satu simbol visual yang kuat ketika berbicara tentang keberanian dan semangat perjuangan masyarakat Aceh.

Berita Terkait

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh
Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban
Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Selasa, 29 September 2026 - 15:42 WIB

Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB