Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) — Sebuah penutup kepala bisa menjadi lebih dari sekadar pelengkap pakaian. Di Aceh, benda yang dikenakan di kepala dapat membawa identitas, estetika, filosofi, bahkan jejak sejarah yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah satunya adalah Kupiah Meukeutop.

Penutup kepala tradisional ini menjadi bagian dari busana adat Aceh. Bentuknya yang khas, relatif tinggi dengan bagian atas menyerupai mahkota, serta permainan warna dan ornamen membuatnya mudah dikenali.

BACA JUGA...  Pemko Sabang Memang Hebat, Kali Ini Raih Penghargaan Spesial BKN Award 2023

Namun, di balik bentuk yang tampak sederhana itu terdapat keterampilan perajin. Pemilihan bahan, penyusunan warna, pembuatan pola, hingga proses merangkai setiap bagian membutuhkan ketelitian agar menghasilkan kupiah dengan karakter yang kuat.

Kupiah Meukeutop pada akhirnya bukan hanya benda yang dikenakan.

Ia menjadi bagian dari bahasa visual masyarakat Aceh.

Dari Busana Adat hingga Simbol Perjuangan

Kupiah Meukeutop memiliki kaitan yang kuat dengan sejarah Aceh.

BACA JUGA...  Gugurkan Dalih BPN, Komisi Informasi Aceh Putuskan Data HGU Berstatus Terbuka Publik

Penutup kepala ini dikenal luas melalui sosok Teuku Umar, salah satu pahlawan nasional yang terlibat dalam perjuangan rakyat Aceh melawan kolonialisme.

Keterkaitan tersebut kemudian menjadikan Kupiah Meukeutop sebagai salah satu simbol visual yang kuat ketika berbicara tentang keberanian dan semangat perjuangan masyarakat Aceh.

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB