Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Minggu, 30 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (MA) — Hentakan kaki terdengar beriringan. Tepukan tangan dan dada mengikuti ritme. Delapan penari bergerak dalam satu formasi, sementara syair dilantunkan dengan tenaga yang mengisi ruang pertunjukan.

Begitulah Seudati hadir.

Salah satu seni pertunjukan khas Aceh ini tidak hanya mengandalkan gerak tubuh. Di dalamnya berpadu ritme, syair, ekspresi, kekompakan dan disiplin para penari yang membentuk sebuah pertunjukan dengan karakter kuat.

BACA JUGA...  Bener Meriah Menjerit: 38 Ribu Mengungsi, 46 Ribu Terjebak Isolasi

Seudati berkembang terutama di wilayah pesisir Aceh dan telah menjadi bagian dari perjalanan seni pertunjukan masyarakat setempat.

Keunikannya terletak pada cara ritme dibangun. Berbeda dengan banyak tarian tradisional yang menggunakan alat musik sebagai pengiring utama, Seudati justru mengandalkan tubuh para penarinya.

Hentakan kaki, tepukan tangan dan pukulan pada dada menjadi bagian dari musik pertunjukan.

BACA JUGA...  Warga Pesisir Lebih Butuh Tanggul Bukan Bansos

Gerakan yang serempak menciptakan bunyi sekaligus membangun suasana yang dinamis.

Karakter tersebut membuat Seudati kerap diasosiasikan dengan semangat perjuangan dan keberanian. Namun, di balik energi geraknya, terdapat struktur pertunjukan dan nilai kebersamaan yang membuat seni ini tetap menarik hingga kini.

Delapan Penari dalam Satu Kesatuan

Dalam bentuk pertunjukan yang dikenal luas, Seudati dimainkan oleh delapan penari laki-laki sebagai penari utama.

BACA JUGA...  Kubah Masjid di Sabang Berubah Dengan Tiba-Tiba Dimohon Penegak Hukum Selidiki Penyebabnya

Berita Terkait

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh
Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban
Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Selasa, 29 September 2026 - 15:42 WIB

Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB