Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Minggu, 30 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertunjukan dapat didokumentasikan dalam bentuk video, diperkenalkan melalui media sosial, maupun dikemas menjadi konten kreatif yang dapat menjangkau penonton lebih luas.

Nurlaila mengatakan generasi muda memiliki peluang besar untuk ikut memperkenalkan seni tradisional melalui ruang digital.

“Generasi muda sekarang memiliki ruang yang sangat luas untuk memperkenalkan seni tradisi melalui media digital. Seudati bisa hadir di panggung pertunjukan sekaligus diperkenalkan melalui dokumentasi dan konten kreatif. Yang penting, pengembangannya tetap menghormati bentuk dan nilai budaya yang menjadi akar kesenian tersebut.”

Pada akhirnya, Seudati bukan hanya tentang delapan laki-laki yang bergerak dalam satu formasi.

BACA JUGA...  Lalu Lintas Aceh – Sumut Lumpuh Dua Puluh Lima Jam, Macet Sepanjang 40 Kilometer

Ia adalah seni tubuh, seni syair sekaligus seni kebersamaan yang lahir dari perjalanan panjang masyarakat Aceh.

Hentakan kaki menjadi ritme. Tepukan tangan dan dada menjadi bunyi. Syair menjadi pesan. Sementara kekompakan para penari menjadi kekuatan pertunjukan.

Semua berpadu menjadi satu bahasa seni yang khas.

Selama gerakan itu masih diwariskan, selama syair masih dilantunkan, dan selama masih ada generasi yang bersedia mempelajarinya, Seudati akan terus menjadi salah satu suara penting dari kebudayaan Aceh. Adv

BACA JUGA...  Terima WBTB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil Gelar Tarian Kreasi Tradisional Nusantara

Berita Terkait

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

Anggota DPR-RI asal Aceh Muslim Ayub berfoto bersama jajaran Lapas Kelas IIA Banda Aceh, saat kunker ke rumah tahanan itu, Kamis, (3/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:46 WIB