Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH, MA — Di tangan seorang perajin, sebilah logam bukan sekadar ditempa menjadi benda tajam. Ia dibentuk dengan ketelitian, diberi karakter, kemudian dipadukan dengan gagang dan sarung hingga menjelma menjadi sebuah karya yang menyimpan cerita.

Begitulah rencong hidup dalam kebudayaan Aceh.

Selama ini, rencong lebih dikenal sebagai senjata tradisional masyarakat Aceh. Namun, melihatnya hanya dari fungsi tersebut membuat sebagian kisah di balik benda ini menjadi terlewat.

BACA JUGA...  BIN Daerah Aceh Kembali Gelar Vaksinasi di Aceh Besar

Pada bilahnya terdapat bentuk dan motif. Pada gagangnya terdapat keterampilan tangan. Pada sarungnya terdapat ornamen. Sementara di balik seluruh proses pembuatannya tersimpan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Rencong pada akhirnya bukan hanya tentang senjata. Ia juga merupakan bagian dari seni kriya sekaligus salah satu simbol identitas budaya Aceh.

BACA JUGA...  Pasien Covid19 Sembuh 494 Orang, 88 Kasus Baru di Aceh

Ketelitian di Balik Sebilah Rencong

Membuat rencong membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menempa logam.

Perajin harus mengenali karakter bahan, membentuk bilah, mengolah gagang, membuat sarung, hingga memastikan seluruh bagian memiliki proporsi yang sesuai.

Pada rencong tertentu, nilai artistiknya semakin kuat karena adanya ukiran dan ornamen yang dikerjakan secara detail.

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB