Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH, MA — Di tangan seorang perajin, sebilah logam bukan sekadar ditempa menjadi benda tajam. Ia dibentuk dengan ketelitian, diberi karakter, kemudian dipadukan dengan gagang dan sarung hingga menjelma menjadi sebuah karya yang menyimpan cerita.

Begitulah rencong hidup dalam kebudayaan Aceh.

Selama ini, rencong lebih dikenal sebagai senjata tradisional masyarakat Aceh. Namun, melihatnya hanya dari fungsi tersebut membuat sebagian kisah di balik benda ini menjadi terlewat.

BACA JUGA...  Kemenag Sambut Kedatangan 16 Jemaah Haji Aceh Singkil

Pada bilahnya terdapat bentuk dan motif. Pada gagangnya terdapat keterampilan tangan. Pada sarungnya terdapat ornamen. Sementara di balik seluruh proses pembuatannya tersimpan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Rencong pada akhirnya bukan hanya tentang senjata. Ia juga merupakan bagian dari seni kriya sekaligus salah satu simbol identitas budaya Aceh.

BACA JUGA...  Aceh Sumatera EXPO 2019 Akan Digelar di Mall Kasablanka Jakarta

Ketelitian di Balik Sebilah Rencong

Membuat rencong membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menempa logam.

Perajin harus mengenali karakter bahan, membentuk bilah, mengolah gagang, membuat sarung, hingga memastikan seluruh bagian memiliki proporsi yang sesuai.

Pada rencong tertentu, nilai artistiknya semakin kuat karena adanya ukiran dan ornamen yang dikerjakan secara detail.

Berita Terkait

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh
Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban
Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Selasa, 29 September 2026 - 15:42 WIB

Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB