Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keberadaan motif membuat bilah rencong tidak lagi hanya dipandang sebagai permukaan logam.

Ia menjadi bagian dari ekspresi artistik.

Bagi masyarakat yang memahami nilai tradisinya, motif tersebut juga dapat menjadi bagian dari cerita dan pengetahuan budaya yang berkembang secara turun-temurun.

Di titik inilah rencong memperlihatkan wajah lainnya. Fungsi praktis dan nilai estetika bertemu dalam satu benda.

BACA JUGA...  Kapal Pesiar MS Seabourn Encore Bawa 532 Turisman ke Sabang

Sebuah senjata dapat berubah menjadi karya kriya tanpa kehilangan akar budayanya.

Dari Medan Perjuangan ke Pusaka

Waktu mengubah cara manusia memandang benda.

Rencong yang pada masa lalu memiliki kaitan dengan pertahanan diri dan perjuangan, kini lebih banyak hadir dalam ruang budaya.

Ia menjadi pusaka keluarga, koleksi, bagian dari busana adat, perlengkapan upacara, cenderamata, hingga produk kerajinan.

BACA JUGA...  Secara Berurut FAKOSA Meraih Penghargaan 2P DAFA Award 2023

Dalam busana adat Aceh, keberadaan rencong memiliki fungsi simbolis. Ia menjadi bagian dari penampilan sekaligus memperkuat karakter dan identitas pemakainya.

Di sejumlah keluarga, rencong juga diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, nilai sebuah rencong tidak selalu ditentukan oleh bahan pembuatannya.

Sebuah rencong tua yang sederhana bisa memiliki nilai budaya yang jauh lebih besar dibandingkan rencong baru dengan material mahal jika benda tersebut memiliki sejarah, cerita kepemilikan, atau keterkaitan dengan perjalanan sebuah keluarga.

BACA JUGA...  Tujuh Semeja di Tepi Danau Laut Tawar: Saat Ngopi Jadi Pengalaman Rasa dan Rasa Kebersamaan

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB