Dengan kata lain, yang diwariskan bukan hanya bendanya.
Tetapi juga ceritanya.
Yang Perlu Diselamatkan Bukan Hanya Rencongnya
Di tengah perubahan zaman, tantangan pelestarian rencong tidak berhenti pada bagaimana menjaga benda-benda lama.
Ada persoalan yang lebih mendasar: siapa yang akan membuatnya ketika para perajin hari ini tidak lagi mampu bekerja?
Pertanyaan itu penting karena sebuah warisan budaya tidak akan benar-benar hidup jika hanya disimpan di museum atau lemari koleksi.
Pengetahuan tentang bagaimana memilih bahan, membentuk bilah, membuat gagang, mengolah sarung, hingga menghasilkan ornamen merupakan bagian dari warisan yang juga harus dijaga.
Nurlaila menilai regenerasi perajin menjadi salah satu bagian penting dalam pelestarian seni rencong.
“Pelestarian seni rencong harus mencakup regenerasi perajin dan pengetahuan tentang proses pembuatannya. Kalau keterampilan itu tidak diwariskan, kita mungkin masih memiliki rencong sebagai benda, tetapi kehilangan pengetahuan seni yang membuat rencong menjadi bagian dari identitas budaya Aceh.”
Karena itu, pelestarian dapat dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari pelatihan kerajinan, dokumentasi, pameran, museum, sanggar budaya, pendidikan hingga pengembangan ekonomi kreatif.















