BANDA ACEH (MA) — Ada karya seni yang tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga mampu menjadi penanda dari mana sebuah budaya berasal.
Di Aceh, salah satu karya itu adalah Pinto Aceh. Motif dekoratif yang berkembang dalam seni kriya ini telah melewati perjalanan panjang hingga menjadi salah satu identitas visual yang kuat dari Tanah Rencong.
Pinto Aceh dapat ditemukan dalam berbagai bentuk karya, mulai dari perhiasan emas dan perak, aksesori, busana, ornamen bangunan hingga produk kerajinan.
Bentuknya yang khas membuat motif tersebut mudah dikenali. Pada saat yang sama, keberadaannya memperlihatkan bagaimana unsur sejarah dan budaya dapat diterjemahkan ke dalam karya seni yang mampu beradaptasi dengan berbagai media.
Di balik bentuknya terdapat inspirasi dari arsitektur bersejarah Aceh, yakni Pinto Khop, bangunan yang berada di kawasan Taman Putroe Phang, Banda Aceh. Bangunan tersebut dikenal sebagai bagian dari peninggalan yang berkaitan dengan masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.
Dari sebuah bentuk arsitektur, inspirasi itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa seni oleh tangan perajin.
Dari Arsitektur Menjadi Karya Seni
Perubahan bentuk Pinto Khop menjadi motif dekoratif memperlihatkan kreativitas masyarakat Aceh dalam mengolah unsur sejarah menjadi karya seni.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















