Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman

Jumat, 28 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MEULABOH (MA)  — Sosok bertopeng dengan tubuh dibalut pelepah, daun pisang tua atau serabut ijuk muncul di tengah keramaian. Gerakannya mengikuti irama musik tradisional. Tidak banyak dialog, tetapi suasana pertunjukan tetap mampu menarik perhatian orang-orang yang datang menyaksikan.

Itulah Si Dalupa, teater rakyat yang masih hidup di sejumlah wilayah Aceh Barat, terutama Woyla Barat, Woyla Timur dan Bubon.

BACA JUGA...  Pernyataan JK soal Kericuhan Aceh Dibantah, Faisal: Masyarakat Kecewa MoU Tak Tuntas

Kesenian ini lahir dan tumbuh dari masyarakat. Panggungnya tidak harus berupa gedung pertunjukan. Halaman rumah, ruang terbuka atau tempat berlangsungnya pesta masyarakat pun dapat menjadi arena bagi Si Dalupa.

Pertunjukan biasanya hadir dalam berbagai momentum, mulai dari pesta perkawinan, turun tanah, sunat rasul hingga perayaan keagamaan seperti Maulid dan Lebaran.

BACA JUGA...  Hasil Koordinasi Sekda, Pembangunan SMK Pertambangan dan Migas Segera di Realisasikan

Bahkan, permintaan untuk menggelar Si Dalupa disebut kerap meningkat setelah masyarakat memasuki masa panen.

Artinya, kesenian tersebut tidak hanya bertahan karena agenda festival atau program pemerintah. Ada masyarakat yang masih merasa membutuhkan dan memberinya ruang untuk tampil.

Topeng dari Pelepah dan Kostum dari Alam

Salah satu hal yang membuat Si Dalupa mudah dikenali adalah penampilan para pemainnya.

BACA JUGA...  M.Ridwan, S.Pd.I Ketua HIMMAH ATIM

Topeng secara tradisional dibuat dari pelepah pohon enau, sedangkan bagian kostum dapat menggunakan daun pisang tua atau serabut ijuk.

Berita Terkait

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh
Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban
Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Selasa, 29 September 2026 - 15:42 WIB

Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB