Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman

Jumat, 28 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ruang terbuka sudah cukup.

Para pemain dapat bergerak dengan leluasa, sementara penonton berdiri atau duduk di sekitar area pertunjukan.

Jarak antara pemain dan penonton pun menjadi lebih dekat.

Dalam suasana seperti itu, penonton bukan sekadar orang yang melihat pertunjukan dari kejauhan. Mereka berada di dalam lingkungan sosial yang sama dengan para pemain.

BACA JUGA...  Menuju Pemilu 2024, FJA Harap Komjen Wahyu Tindak Kejahatan Transnasional di Aceh

Inilah salah satu kekuatan seni rakyat.

Ia lahir dari masyarakat dan kembali kepada masyarakat.

Di Aceh Barat, pola tersebut membuat Si Dalupa masih memiliki tempat. Ketika masyarakat masih mengundang dan menikmati pertunjukannya, tradisi tersebut memiliki alasan untuk terus dimainkan.

Jangan Sampai Berhenti pada Satu Generasi

Meski masih bertahan, Si Dalupa tetap menghadapi tantangan.

BACA JUGA...  Haa...!!! Moto Merepet, Apa Itu?

Perubahan selera hiburan, berkurangnya minat generasi muda dan semakin sedikitnya pelaku seni tradisional dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan kesenian rakyat.

Jika regenerasi terputus, yang hilang bukan hanya pemain.

Cerita, cara membuat topeng, teknik mengenakan kostum, musik pengiring, gerakan, syair dan berbagai pengetahuan yang melekat pada pertunjukan juga berpotensi ikut menghilang.

BACA JUGA...  Hadapi Pemilu Serentak Partai Demokrat Kota Sabang Disosialisasi KIP Setempat

Karena itu, pelestarian Si Dalupa membutuhkan lebih dari sekadar menampilkannya dalam festival.

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB