Dengan penampilan tersebut, sosok pemain bisa terlihat menyerupai makhluk aneh, monster atau hantu.
Namun, di balik penampilan yang menyeramkan itu terdapat cerita yang lebih panjang.
Salah satu penuturan mengenai asal-usul Si Dalupa berkaitan dengan kisah dua bersaudara bernama Da dan Lupa.
Dalam cerita tersebut, Da yang lama berada di gunung kemudian kembali ke kampung sambil membawa pedang. Agar tidak menarik perhatian masyarakat, ia menyamar menggunakan topeng dan daun pisang.
Unsur penyamaran itulah yang kemudian dipercaya menjadi bagian dari tradisi Si Dalupa.
Hingga sekarang, para pemain biasanya berganti pakaian di tempat tersembunyi. Identitas mereka dijaga agar tidak diketahui penonton sebelum pertunjukan dimulai.
Ada pula versi cerita yang menghubungkan kemunculan Si Dalupa dengan masa kolonial Belanda, terutama kisah masyarakat petani yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan pajak.
Beragam cerita tersebut merupakan bagian dari tradisi lisan yang berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, kisah asal-usul Si Dalupa perlu ditempatkan sebagai bagian dari warisan tutur yang masih terbuka untuk dikaji lebih lanjut dari sisi sejarah.
Ketika Berbagai Seni Bertemu
Si Dalupa menarik bukan hanya karena topengnya.















