BANDA ACEH | MA — Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi refleksi penting bagi insan pers di Aceh. Nilai kemerdekaan dan keteladanan Rasulullah SAW dinilai relevan dengan tugas wartawan dalam menjaga kebebasan pers sekaligus menjalankan profesi secara jujur, amanah dan bertanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh, Muktarrudin Usman, S.E., saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Pra-Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan UKW Mandiri SPS Aceh bekerja sama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Pikiran Rakyat di Hotel Diana, Banda Aceh, Kamis (27/8/2026).
Muktarrudin mengatakan kemerdekaan pers tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas. Kebebasan harus berjalan bersama tanggung jawab, profesionalisme dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.
“Wartawan harus merdeka dalam menjalankan profesinya, tetapi kemerdekaan itu harus disertai tanggung jawab. Jangan sampai kebebasan pers justru menghilangkan kejujuran, akurasi dan etika dalam pemberitaan,” kata Muktarrudin.
Menurutnya, momentum Maulid Nabi juga memberikan pesan kuat bagi wartawan. Empat sifat Rasulullah SAW, yakni shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah, dapat menjadi pedoman moral dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















