Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penutup kepala tersebut juga hadir dalam acara resmi, pertunjukan budaya, festival, kegiatan pariwisata, hingga berbagai momentum yang menampilkan identitas Aceh.

Perkembangan ekonomi kreatif membuka ruang yang lebih luas bagi keberadaannya.

Kupiah Meukeutop dapat dikembangkan sebagai produk kerajinan, cenderamata maupun bagian dari fesyen budaya. Tantangannya adalah menjaga agar pengembangan tersebut tidak menghilangkan karakter yang membuatnya menjadi khas.

BACA JUGA...  Pemulihan Lamban, Korban Banjir dan Longsor Aceh Sorot Kinerja Satgas Bencana

Bagi sektor pariwisata, kupiah juga memiliki potensi sebagai salah satu produk yang memperkenalkan Aceh kepada masyarakat luar.

Ketika seorang wisatawan membawa pulang Kupiah Meukeutop, yang dibawa sebenarnya bukan hanya sebuah benda.

Ada cerita tentang Aceh.

Ada jejak sejarah perjuangan.

Ada keterampilan tangan perajin.

Dan ada identitas budaya yang melekat di dalamnya.

BACA JUGA...  Kisah PON Aceh dan Persiraja, Jangan Memprovokasi Masyarakat Hanya Karena Miskomunikasi Elit

Menjaga Seni yang Dikenakan di Kepala

Kupiah Meukeutop memperlihatkan bagaimana sebuah benda yang dikenakan sehari-hari dapat memiliki makna yang jauh lebih besar.

Bentuknya khas. Warnanya kuat. Proses pembuatannya membutuhkan keterampilan. Sementara sejarah yang menyertainya membuat kupiah tersebut memiliki tempat tersendiri dalam ingatan budaya Aceh.

Dari busana adat hingga simbol perjuangan, dari tangan perajin hingga panggung kebudayaan, Kupiah Meukeutop terus menemukan ruang untuk hidup.

BACA JUGA...  Diskop UMKM Aceh Bekali 29 Usahawan Percetakan dan Digital Printing

Berita Terkait

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

Anggota DPR-RI asal Aceh Muslim Ayub berfoto bersama jajaran Lapas Kelas IIA Banda Aceh, saat kunker ke rumah tahanan itu, Kamis, (3/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:46 WIB