Rapa’i, Serune Kalee dan Suara yang Menjaga Ingatan Budaya Aceh

Rabu, 19 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menurut dia, pelestarian tidak cukup dilakukan dengan menyimpan atau menjaga keberadaan alat musik tradisional. Yang jauh lebih penting adalah memastikan adanya regenerasi seniman dan membuka ruang bagi anak-anak muda untuk mempelajari seni tradisi.

“Yang paling penting adalah bagaimana generasi muda mengenal, mempelajari dan memiliki rasa bangga terhadap seni budaya daerahnya. Ketika anak-anak muda mau mempelajari alat musik tradisional, maka proses pewarisan budaya akan terus berjalan,” ujarnya.

BACA JUGA...  Kapal Pesiar MS Seabourn Encore Bawa 532 Turisman ke Sabang

Rapa’i dan Serune Kalee, Ikon Musik Aceh

Dari sekian banyak instrumen tradisional yang berkembang di Aceh, Rapa’i menjadi salah satu yang paling mudah dikenali.

Alat musik perkusi ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan. Rapa’i hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, dengan fungsi yang menyesuaikan jenis pertunjukan maupun tradisi yang menggunakannya.

BACA JUGA...  Nilai Komitmen Business Matching di Aceh Tourism Roadshow Capai Rp. 1,2 M, UMKM Laku Rp. 230 Juta

Tabuhan Rapa’i memiliki karakter ritmis yang kuat dan kerap menjadi bagian penting dalam berbagai pertunjukan kesenian Aceh.

Selain Rapa’i, ada Serune Kalee. Alat musik tiup tradisional ini memiliki karakter suara yang khas dan dalam sejumlah pertunjukan dimainkan bersama instrumen perkusi seperti Rapa’i dan Geundrang.

Perpaduan bunyi tersebut menciptakan warna musik yang menjadi salah satu ciri khas kesenian tradisional Aceh.

BACA JUGA...  Lewat Pameran Seni Kriya Diharapkan Lahir Industri Kreatif Baru di Aceh

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB