Petani Keluh Bantuan Bibit Padi dari Pemerintah, Muhammad Hasan: Cek Lapangan

Minggu, 6 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil tanaman padi dari bibit padi bantuan pemerintah untuk petani di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Sumber foto : Muhammad Hasan.

Hasil tanaman padi dari bibit padi bantuan pemerintah untuk petani di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Sumber foto : Muhammad Hasan.

ACEH UTARA | MA — Mantan Imum Mukim Pinto Rimba, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Hasan, S.E., menyayangkan kondisi bibit padi bantuan pemerintah yang disalurkan kepada petani di wilayah tersebut pascabanjir.

Menurut Muhammad Hasan, kualitas bibit yang diterima petani diduga tidak sesuai dengan keterangan atau label yang tertera pada kemasan. Kondisi tersebut, kata dia, telah menimbulkan berbagai persoalan bagi petani saat proses penanaman hingga pemeliharaan tanaman.

BACA JUGA...  TNI-AD Bersama Dinas Pertanian Percepat Penyediaan Lahan Sawah Baru untuk Petani

Salah satu persoalan yang dikeluhkan adalah pertumbuhan atau masa mekar tanaman padi yang tidak berlangsung secara serentak. Bahkan, menurutnya, terdapat tanaman yang baru tumbuh atau berkembang setelah berselang beberapa minggu.

“Banyak masalah yang terjadi. Selain mekar atau pertumbuhannya tidak serentak, ada yang berkali-kali baru tumbuh dan prosesnya berlangsung hingga berminggu-minggu,” ujar Muhammad Hasan pada media melalui keterangan, pada Ahad, (6/9).

BACA JUGA...  Soal Rencana Naikkan Harga BBM Jenis Premium, Fahri Berang

Ia juga mengungkapkan, petani menemukan adanya berbagai jenis atau varietas padi dalam satu hamparan tanaman yang berasal dari bibit bantuan tersebut. Kondisi itu dinilai menyulitkan petani dalam melakukan perawatan, terutama dalam mengendalikan serangan hama.

Berita Terkait

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan
PABPDSI Perkuat Peran Desa
Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA
Persiapan HSN 2026, Ayah Wa Gandeng Ulama 
Bupati Asel HMW Lantik Sembilan Plt Jadi Definitif, Dua Lainnya “Impor”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:04 WIB

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB