Mulyadi: DPRA Serba Salah, Kritis Salah, Diam Juga Salah

  • Bagikan
Ilustrasi

 38 total views,  2 views today

Banda Aceh (MA) Nasib APBA 2021 benar benar tragis, seharusnya berguna untuk rakyat akhirnya hanya dirasakan segelintir pengelola.

“Jalan tak jalan APBA, bagi pengelola tidak masalah. Gaji, tunjangan, uang jalan, uang makan hingga biaya rapat-rapat kan dapat,” sindir Pengamat Aceh, Mulyadi, Jum’at, 8 Oktober 2021.

Sejak Nova Iriansyah berkuasa di Aceh, terkesan APBA itu mutlak “milik” Nova, sedangkan DPRA terkesan sebagai tukang stempel bahkan penonton.

” DPRA serba salah, kritis salah diam juga salah,” ungkapnya.

Padahal, DPRA itu mewakili rakyat Aceh, mandatnya jelas mengawasi pemerintahan Nova Iriansyah supaya berjalan sesuai apa yang dikehendaki rakyat.

” Nova hari ini seperti tidak menghargai rakyat Aceh, bagi dia yang penting Pemerintah Pusat dukung dia, soal rakyat Aceh, bukan urusan dia,” sebutnya.

Makanya jangan heran, saat DPRA menolak LPJ APBA 2020, Nova tidak ambil pusing, dari pada berbagi “proyek” dengan DPRA, dia lebih memilih menyembah Pusat saja.

“Di mata Nova, DPRA itu tidak ada apa apanya,” ungkap dia.

DPRA telah bersikap, menolak membahas APBA-Perubahan Tahun 2021. Bukan tanpa alasan, penolakan tersebut ada kaitan dengan “penghinaan” Nova Iriansyah terhadap DPRA.

“Kabarnya Nova tidak ambil pusing atas keengganan DPRA membahas APBA-P, sekarang tim Pemerintahan Aceh sedang menyelesaikan Revisi APBA 2021. Jadi tidak perlu ada perubahan, karena Nova cs bisa revisi APBA secara sepihak,” pungkasnya.

Informasi yang diperoleh media ini, pihak eksekutif alias anak buah Nova Iriansyah, sedang “berpacu dalam melodi” merevisi APBA 2021 biar tuntas secepatnya. Banyak mata anggaran yang dirubah sesuai selera eksekutif tanpa diberi tahu ke DPRA selaku perwakilan rakyat Aceh.

“Beginilah nasib rakyat Aceh saat dipimpin partai nasional,” sindir Mulyadi lagi.(Manyak).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...