Kritik Buat Bobby, Razia Plat BL Bisa Lukai Sejarah

Senin, 29 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sri Wahyuni

ACEH dan Sumatera Utara adalah “saudara”  sejarah dan bertali-tali hubungan antara keduanya.

Kedua provinsi bertetangga ini terhubung erat oleh jalur ekonomi, budaya, dan persaudaraan yang panjang. Karena itu, berita tentang razia kendaraan berpelat BL (Aceh) yang dilakukan atas arahan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sangat mengejutkan.

BACA JUGA...  Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Selain  menimbulkan kegelisahan mendalam  bagi pemilik kendaraan asal Aceh, kami juga (mahasiswa)  yang meyakini pentingnya integrasi bangsa, resah atas tindakan yang endingnya  belum bisa kami prediksi.

Sebagai aktivis kampus, saya memandang persoalan ini lebih dari sekadar pajak kendaraan. Ini menyentuh hak konstitusional warga negara untuk bergerak bebas di seluruh wilayah Indonesia. UUD 1945 menjamin hak setiap orang untuk berpindah dan menetap di mana pun dalam negeri.

BACA JUGA...  Melawan Lupa, Kisah Negeri Empat Mata Angin

Sehingga, menargetkan kendaraan dengan  semata-mata berdasarkan nomor plat  asal,  jelas mengancam prinsip itu. Tindakan semacam ini, apalagi dilakukan oleh pejabat publik, dapat menimbulkan bibit diskriminasi dan ketegangan antar daerah (konflik perbatasan).

Dari sudut akademik, kita harus menelaah dua hal. Pertama, landasan hukumnya, di mana registrasi dan identifikasi kendaraan adalah kewenangan nasional yang dikelola Polri. Pajak kendaraan memang pajak daerah, tetapi penegakan tertib pajak tidak dapat dilakukan melalui razia yang bersifat diskriminatif.

BACA JUGA...  Cepatnya Realisasi Proyek Pemerintah, Target atau Capaian Tahun Pemilu 2017 ?

Berita Terkait

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik
JKA: Ibarat Buah Simalakama
Refleksi Kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Tantangan dan Harapan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:08 WIB

Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Berita Terbaru

FEATURE

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43 WIB

Di tempat yang sama rumah reyot milik Barlian berdiri disulap TNI  jadi permanen.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

RAGAM BERITA

Rumah Reyot Barlian Kini Berdiri Kokoh, Buah Bhakti TMMD ke-129

Senin, 10 Agu 2026 - 17:04 WIB