OPINI  

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kasus ini juga menjadi alarm bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya dilakukan dengan menangkap bandar dan pengguna. Yang tidak kalah penting adalah memastikan aparat yang diberi kewenangan memiliki pengawasan internal yang kuat, sistem pengendalian yang efektif, serta penegakan disiplin tanpa pandang bulu.

Bareskrim Polri patut diapresiasi karena berani menindak oknum dari institusinya sendiri. Langkah tersebut menunjukkan komitmen bahwa tidak ada anggota yang kebal hukum. Namun, masyarakat tentu berharap proses hukum dilakukan secara transparan dan tuntas hingga mengungkap seluruh jaringan yang terlibat, tanpa melindungi siapa pun.

BACA JUGA...  Jauhi Narkoba, Pemko Sabang dan BNNK Ingatkan Generasi Muda 

Kasus ini bukan yang pertama sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, mantan Kapolres Bima Kota dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Kutai Barat juga terseret perkara narkoba. Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini memerlukan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses rekrutmen, pembinaan karier, pengawasan, hingga pemeriksaan gaya hidup dan integritas personel yang bertugas di satuan narkoba.

BACA JUGA...  Sosok Inspiratif, Alja Yusnadi, dari PDI-P ke Partai Gerindra 

Tangerang Selatan kini menghadapi tantangan besar. Kota yang berkembang pesat ini membutuhkan aparat penegak hukum yang bersih, profesional, dan berintegritas. Kepercayaan masyarakat hanya dapat dipulihkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan.