Pasca Banjir Mengubah Cara Pandang, Geuchik Pon: Perlu Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan

Selasa, 28 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Geuchik Alue Capli, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara Effendi, S. Pi.

Geuchik Alue Capli, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara Effendi, S. Pi.

ACEH UTARA | MA – Musibah banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir 2025 menjadi titik balik bagi masyarakat Gampong Alue Capli, Kecamatan Seunuddon. Bencana yang sempat melumpuhkan perekonomian warga, khususnya sektor tambak, justru melahirkan sebuah inovasi yang kini membuka harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

BACA JUGA...  H. Mirwan Resmikan SR: Cara Pemerintah Mengentaskan Kemiskinan

Geuchik Gampong Alue Capli, Effendi, S.Pi, yang akrab disapa Geuchik Pon, menggagas alih fungsi sekitar 40 hektare lahan tambak menjadi areal persawahan sebagai upaya mendukung program Swasembada Pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah, lahan tambak yang kami alih fungsikan sudah memasuki tahap penanaman perdana. Kami berharap pemerintah pusat, pemerintah Aceh, maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dapat memberikan dukungan agar program ini berjalan maksimal dan mampu mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Geuchik Pon, Selasa (28/7).

BACA JUGA...  Nelayan Minta Pemerintah Segera Atasi Kedangkalan Kuala Catok Seuneudon

Alumni Universitas Abulyatama Banda Aceh tahun 2011 itu menjelaskan, keputusan mengubah fungsi tambak menjadi sawah bukan dilakukan secara sepihak, melainkan melalui musyawarah bersama para pemilik lahan. Langkah tersebut diambil setelah hasil tambak terus mengalami penurunan, terlebih pascabanjir yang menyebabkan banyak tambak tidak lagi produktif.

Berita Terkait

Menjaga Amanah Selama 53 Tahun, Bank Aceh Siap Melangkah Lebih Kuat
Kolaborasi Human Initiative dan KBQ Baburrayyan Bangkitkan Petani Kopi Pascabanjir dan Longsor
FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman
Gatot Sugiharto: Negara Harus Bedakan “Penambang Perut” dan “Penambang Keruk”
Pascabanjir, Geuchik Pon Sulap 40 Hektare Tambak Menjadi Sawah demi Tingkatkan Ekonomi Warga
Pembangunan Jembatan Aramco di Aceh Selatan Masuki Tahap Finishing, Segera Tingkatkan Akses dan Ekonomi Warga
Pasar Tani “Aceh Road Show” Tawarkan Harga Komoditas Murah
Yahnda: Petani dan Nelayan Aceh Harus Berani Berinovasi Demi Kedaulatan Pangan di PENAS XVII Gorontalo

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Menjaga Amanah Selama 53 Tahun, Bank Aceh Siap Melangkah Lebih Kuat

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:28 WIB

Kolaborasi Human Initiative dan KBQ Baburrayyan Bangkitkan Petani Kopi Pascabanjir dan Longsor

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pasca Banjir Mengubah Cara Pandang, Geuchik Pon: Perlu Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:36 WIB

FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:08 WIB

Gatot Sugiharto: Negara Harus Bedakan “Penambang Perut” dan “Penambang Keruk”

Berita Terbaru

Teuku Alamsyah sedang membubuhkan tanda tangan dalam berita acara setelah dilantik oleh Bupati Asel HMW di Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

M. Najur dan Teuku Alamsyah Dilantik 

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:18 WIB

dr. Emil Fathoni specialis intervensi yang juga specialis jantung dan pembuluh darah sedang menangani langsung operasi kateterisasi jantung di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/ istimewa).

KESEHATAN

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:07 WIB

NEWS FEATURE

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:06 WIB