Pasca Banjir Mengubah Cara Pandang, Geuchik Pon: Perlu Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan

Geuchik Alue Capli, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara Effendi, S. Pi.

ACEH UTARA | MA – Musibah banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir 2025 menjadi titik balik bagi masyarakat Gampong Alue Capli, Kecamatan Seunuddon. Bencana yang sempat melumpuhkan perekonomian warga, khususnya sektor tambak, justru melahirkan sebuah inovasi yang kini membuka harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

BACA JUGA...  Kepsek Dimutasi Keberatan, Rahmudinsyah: Saya Siap Fasilitasi 

Geuchik Gampong Alue Capli, Effendi, S.Pi, yang akrab disapa Geuchik Pon, menggagas alih fungsi sekitar 40 hektare lahan tambak menjadi areal persawahan sebagai upaya mendukung program Swasembada Pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah, lahan tambak yang kami alih fungsikan sudah memasuki tahap penanaman perdana. Kami berharap pemerintah pusat, pemerintah Aceh, maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dapat memberikan dukungan agar program ini berjalan maksimal dan mampu mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Geuchik Pon, Selasa (28/7).

BACA JUGA...  ​Kritik Koperasi Merah Putih, PKN: Jangan Sampai Rakyat Sekadar Jadi Penonton

Alumni Universitas Abulyatama Banda Aceh tahun 2011 itu menjelaskan, keputusan mengubah fungsi tambak menjadi sawah bukan dilakukan secara sepihak, melainkan melalui musyawarah bersama para pemilik lahan. Langkah tersebut diambil setelah hasil tambak terus mengalami penurunan, terlebih pascabanjir yang menyebabkan banyak tambak tidak lagi produktif.