Pascabanjir, Geuchik Pon Sulap 40 Hektare Tambak Menjadi Sawah demi Tingkatkan Ekonomi Warga

Jumat, 24 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil dari gagasan kreatif seorang pemimpin, tambak menjadi sawah di Gampong Alue Capli. Foto : Ist.

Hasil dari gagasan kreatif seorang pemimpin, tambak menjadi sawah di Gampong Alue Capli. Foto : Ist.

LHOKSUKON | MA —  Musibah banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir tahun 2025 menjadi titik balik bagi masyarakat Gampong Alue Capli, Kecamatan Seunuddon. Jika sebelumnya mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor tambak, kini sebagian kawasan tambak telah disulap menjadi lahan persawahan yang menjanjikan hasil lebih baik.

BACA JUGA...  LEMKASPA Minta Plt Gubernur Copot Kadis Pertanian Aceh

Inovasi tersebut diprakarsai oleh Geuchik Gampong Alue Capli, Effendi, S.Pi, yang akrab disapa Geuchik Pon. Alumni Universitas Abulyatama (Unaya) Banda Aceh itu mengungkapkan, perubahan fungsi lahan dilakukan setelah melihat hasil tambak yang terus menurun, terlebih setelah diterjang banjir.

“Kami melihat kondisi pascabanjir justru menjadi momentum untuk mencari solusi yang lebih menguntungkan masyarakat. Setelah melalui musyawarah bersama para pemilik tambak, akhirnya disepakati mengubah sekitar 40 hektare tambak menjadi lahan sawah,” ujar Geuchik Pon, Jumat (24/7).

BACA JUGA...  Konflik Antar Desa Belum Terselesaikan, H. Tar: Muspika Harus Tegas

Menurutnya, seluruh lahan yang dialihfungsikan merupakan milik masyarakat. Pemerintah gampong tidak mengambil keputusan secara sepihak, melainkan mengedepankan musyawarah dan kesepakatan bersama.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat mendukung. Selama ini pendapatan dari tambak tidak lagi sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan. Karena itu, kami mencoba alternatif dengan menanam padi,” katanya.

Berita Terkait

Ayah Wa Tunjuk Barona Raja sebagai Ketua Penanganan ODGJ Aceh Utara
Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 
Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 
Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:36 WIB

Ayah Wa Tunjuk Barona Raja sebagai Ketua Penanganan ODGJ Aceh Utara

Minggu, 13 September 2026 - 16:10 WIB

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 September 2026 - 12:05 WIB

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:52 WIB

Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan

Berita Terbaru

Penampakan seekor buaya sungai di tebing Krueng Kluet/Kandang yang sempat direkam warga, Minggu, (13/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Buaya Muncul, Warga Resah

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:43 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi saat membesuk orang dalam gangguan jiwa di daerahnya.

PEMERINTAHAN

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 Sep 2026 - 16:10 WIB

Foto : Ilustrasi AI

PERISTIWA

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:34 WIB

Jubir Pemkab Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:05 WIB