Pascabanjir, Geuchik Pon Sulap 40 Hektare Tambak Menjadi Sawah demi Tingkatkan Ekonomi Warga

Hasil dari gagasan kreatif seorang pemimpin, tambak menjadi sawah di Gampong Alue Capli. Foto : Ist.

Geuchik Pon menjelaskan, lahan yang dialihfungsikan merupakan tambak yang berada di kawasan dekat sumber air tawar sehingga dinilai layak untuk dijadikan persawahan. Sementara tambak yang berada di kawasan dengan kadar air asin tinggi tetap dipertahankan sebagai tambak.” Ini salah satu dukungan kami untuk mendukung program pemerintah yaitu swasembada pangan,” ujarnya.

BACA JUGA...  BWS Sumatera I Lakukan Normalisasi Sungai Eksisting untuk Pengaliran Air Ke Sawah 

Hasil uji coba penanaman padi pada musim tanam perdana pun menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tanaman padi tumbuh subur dan memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk memperoleh hasil panen yang lebih baik.

“Ini merupakan pengalaman pertama kami mengubah tambak menjadi sawah. Dari kondisi tanaman yang ada saat ini, hasilnya sangat memuaskan dan di luar perkiraan kami. Mudah-mudahan saat panen nanti hasilnya juga maksimal,” ungkapnya.

BACA JUGA...  Datang ke BPKS Wali Nanggroe Diskusi Bisnis dan Regulasi Kawasan Untuk Memajukan Sabang

Ia berharap keberhasilan program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang memiliki kondisi serupa, khususnya kawasan tambak yang terdampak banjir dan mengalami penurunan produktivitas.

Geuchik Pon juga menegaskan bahwa pemerintah gampong akan terus mendampingi masyarakat dalam pengelolaan lahan pertanian, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga koordinasi dengan instansi terkait agar program alih fungsi lahan ini dapat berjalan berkelanjutan.