LEMKASPA Minta Plt Gubernur Copot Kadis Pertanian Aceh

Kamis, 25 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (LEMKASPA) menyesalkan atas terjadinya penangkapan seorang Kepala Desa (Keuchik) Meunasah Rayeuk Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Tgk Munirwan, atas tuduhan menjual bibit padi hasil penemuanya sendiri kepada pihak petani.

“Penangkapan Keuchik Meunasah Rayeuk ini, tergolong aneh dan sarat kepentingan,” ungkap Ketua LEMKASPA, Samsul, melalui pesan WhatsApp kepada media mediaaceh.co.id, Kamis 25 Juli 2019.

Dirinya merasa, ada kejanggalan dalam proses penangkapan kepala desa yang memiliki segudang prestasi ini. Menurutnya, dalam kasus yang menimpa Keuchik Meunasah Rayeuk Kecamatan Nisam Aceh Utara itu, saya melihat ada kejanggalan yang dimainkan oleh pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

“Dinas Pertanian dan Perkebuman Aceh dalam kasus ini, apabila menemukan bibit padi IF8 belum memiliki legalitas dan sertifikasi yang dikembangkan oleh Keuchik Munirwan, bisa melakukan pedampingan untuk memiliki hak paten. “Kita patut mempertanyakan tugas Dinas Pertanian dan Perkebuman Aceh sekarang, mana tanggung jawab mereka kepada masyarakat,” ujar Samsul kepada media ini.

BACA JUGA...  Akhirnya KPK Tetapkan 10 Tersangka Korupsi Multi Years Jalan Lingkar Pulau Bengkalis

Ia juga mengatakan, sebagai dinas yang diberikan tugas dan tanggung jawab untuk kemajuan sektor Pertanian Aceh, dengan adanya penemuan Keuchik tersebut, dapat melakukan kolaborasi dalam pengembangan bibit padi unggulan kedepan.

“Dinas melalui unit pelaksana bidang, semestinya melakukan koordinasi terkait dengan penemuan Keuchik Munirwan tersebut,” imbuhnya.

“Ini kok malah menyuruh pihak Kepolisian menangkapnya. Kalau belum memiliki legalitas untuk diperjual belikan, dinas seharusnya berperan dalam membantu Keuchik Munirwan untuk mendapatkan perizinan dan legalitas produk yang dikembangkannya. Bukan malah di jebloskan kepenjara,” tandas Samsul.

BACA JUGA...  LBH-YLBHI Minta Hentikan Kekerasan, Jangan Korbankan Rakyat

Menurut Samsul, pemikiran seorang Kepala Dinas Pertanian Aceh, sangat bertolak belakang dengan dengan kondisi Aceh saat ini. Dan hal tersebut, berdampak sangat signifikan terhadap kemajuan Aceh kedepanbya. Seharusnya dinas memberikan perhatian khusus kepada pihak yang melakukan terobosan yang inovatif di bidang sektor pertanian.

“Padahal di Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, banyak para pakar dalam bidang pembenihan. Apa mereka tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan inovasi terbaru dalam pengembangan bibit unggul,” tegas Ketua LEMKASPA.

Selain itu, Samsul juga menambahkan, dalam kasus yang menimpa Keuchik Munirwan tersebut, dapat saya simpulkan, bahwa cara berpikir seorang Kadis Pertanian kalau seperti ini sistem kerjanya, maka jangan harap Aceh akan maju.

BACA JUGA...  Istri Gubernur Aceh Raih AMKI Kartini Award 2026, Bunda Salma: Terima Kasih Suamiku

“Kedepannya, apabila ada masyarakat yang ingin berinovasi melahirkan produk terbaru, pasti akan berpikir ulang. Karena masyarakat tidak mau ambil resiko apabila hasil karyanya berhasil, ujung ujungnya di laporkan oleh pihak dinas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ketua LEMKASPA meminta Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah MT, untuk bersikap tegas terhadap oknum Kadis Pertanian Aceh. Plt Gubernur harus mengevaluasi kinerja oknum Kadis Pertanian. “Kalau memang tidak sanggup bekerja demi kepentingan Aceh, lebih baik dipecat saja.” tutup Samsul. (Ahmad Fadil)

Berita Terkait

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO
Muhammad Saleh: Siap Berkolaborasi 
Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan Tanggapi Pemberitaan 
TNI Bangun Jembatan di Gampong Lawe Buluh Didi
Malam Ini, FPRMI Aceh Dilantik 
Secara Aklamasi, M. Yusuf M. Amin Pimpin PGRI PC TJA 
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Muhammad Saleh: Siap Berkolaborasi 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan Tanggapi Pemberitaan 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:20 WIB

TNI Bangun Jembatan di Gampong Lawe Buluh Didi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Malam Ini, FPRMI Aceh Dilantik 

Berita Terbaru

EKBIS

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:13 WIB

Forum Pimred Multimedia Indonesia, Aceh, dilantik Rabu 14 Oktober 2026 malam di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. Foto: Dok FPRMI Aceh.

RAGAM BERITA

Muhammad Saleh: Siap Berkolaborasi 

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:59 WIB

Kadis PUPR Aceh Selatan Skar Fharaby.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan Tanggapi Pemberitaan 

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:57 WIB

Saat TNI bersama warga Gampong Lawe Buloh Didi, Kluet Timur, Aceh Selatan membangun jembatan beton.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

TNI Bangun Jembatan di Gampong Lawe Buluh Didi

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:20 WIB

RAGAM BERITA

Malam Ini, FPRMI Aceh Dilantik 

Rabu, 14 Okt 2026 - 17:24 WIB