ACEH UTARA (MA) – Konflik antar Gampong (Desa) Cot Ulaya dan Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara membuat sawah masyarakat kekeringan.
Konflik yang terjadi di dua desa di Kecamatan Baktiya itu dipicu oleh persoalan desa sebelumnya.
Mirisnya, akibat konflik yang terjadi di dua desa itu, sawah masyarakat kekeringan dan masyarakat desa Matang Kumbang tidak bisa turun ke sawah, dikarenakan aliran air diblokir oleh oknum masyarakat di desa Cot Ulaya, kata tokoh masyarakat H. Mukhtar (H. Tar) pada media lewat telpon selulernya, Kamis, (2/3/23).
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh desa tersebut tidak tepat, dikarenakan yang diblokir itu adalah fasilitas umum bukan fasilitas pribadi, “saya tidak ada kepentingan disitu, sawah pun saya tidak ada di wilayah itu, cuma saya prihatin konflik yang terjadi di dua desa itu merugikan masyarakat banyak,” ungkap H. Tar.
Seharusnya, kata H. Tar, Muspika Kecamatan Baktiya harus mengambil sikap yang tegas untuk menyelesaikan konflik dua desa tersebut, “kita tau muspika sudah beberapa kali melakukan mediasi terkait konflik itu, tetapi sayangnya tidak ada titik temu,” ujar H. Tar.
Dirinya mengharapkan kepada Keuchik Cot Ulaya, Matang Kumbang, dan masyarakat dua desa itu, tolong berdamai untuk kemaslahatan bersama demi kelancaran perekonomian masyarakat.
“Tolong cari jalan yang terbaik untuk menyelesaikan konflik, konflik bukan suatu solusi, damai baru suatu solusi demi masyarakat,” harapnya.
Akibat konflik, yang rugi masyarakat, yang berlalu biar berlalu, “mari kita sama-sama mengandengkan tangan untuk berdamai demi masyarakat,” harap H. Tar tokoh masyarakat Baktiya ini. (Sayed Panton).




