Konflik Antar Desa Belum Terselesaikan, H. Tar: Muspika Harus Tegas

Kamis, 2 Maret 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi sawah masyarakat desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara saat ini.

Kondisi sawah masyarakat desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara saat ini.

ACEH UTARA (MA) Konflik antar Gampong (Desa) Cot Ulaya dan Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara membuat sawah masyarakat kekeringan.

Konflik yang terjadi di dua desa di Kecamatan Baktiya itu dipicu oleh persoalan desa sebelumnya.

Mirisnya, akibat konflik yang terjadi di dua desa itu, sawah masyarakat kekeringan dan masyarakat desa Matang Kumbang tidak bisa turun ke sawah, dikarenakan aliran air diblokir oleh oknum masyarakat di desa Cot Ulaya, kata tokoh masyarakat H. Mukhtar (H. Tar) pada media lewat telpon selulernya, Kamis, (2/3/23).

BACA JUGA...  1.093 PPPK di Aceh Utara Terima SK, Bupati Ayah Wa: Layani Masyarakat dengan Tulus

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh desa tersebut tidak tepat, dikarenakan yang diblokir itu adalah fasilitas umum bukan fasilitas pribadi, “saya tidak ada kepentingan disitu, sawah pun saya tidak ada di wilayah itu, cuma saya prihatin konflik yang terjadi di dua desa itu merugikan masyarakat banyak,” ungkap H. Tar.

Seharusnya, kata H. Tar, Muspika Kecamatan Baktiya harus mengambil sikap yang tegas untuk menyelesaikan konflik dua desa tersebut, “kita tau muspika sudah beberapa kali melakukan mediasi terkait konflik itu, tetapi sayangnya tidak ada titik temu,” ujar H. Tar.

BACA JUGA...  Pemkab Bener Meriah Raih Penghargaan SPIP dari BPKP Aceh

Dirinya mengharapkan kepada Keuchik Cot Ulaya, Matang Kumbang, dan masyarakat dua desa itu, tolong berdamai untuk kemaslahatan bersama demi kelancaran perekonomian masyarakat.

“Tolong cari jalan yang terbaik untuk menyelesaikan konflik, konflik bukan suatu solusi, damai baru suatu solusi demi masyarakat,” harapnya.

Akibat konflik, yang rugi masyarakat, yang berlalu biar berlalu, “mari kita sama-sama mengandengkan tangan untuk berdamai demi masyarakat,” harap H. Tar tokoh masyarakat Baktiya ini. (Sayed Panton).

BACA JUGA...  Tgk. Muharuddin Desak Pemulangan Jenazah TKW Aceh Tenggara dari Malaysia

Berita Terkait

Satu Dapur SPPG di Aceh Selatan Dihentikan Permanen
Tarmizi Hadiri Penetapan Rancangan KUA
Aceh Utara Bangkit: Pemkab Salurkan Rp11,2 Miliar Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih
Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan
Lewat Live Streaming, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat dari Pelosok Aceh Utara
Ruang Belajar Kembali Berdiri, TK Raudhatul Jannah Bangkit dari Bencana
Ayah Wa Mediasi Konflik PTPN dan Masyarakat Cot Girek

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Satu Dapur SPPG di Aceh Selatan Dihentikan Permanen

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Tarmizi Hadiri Penetapan Rancangan KUA

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Lewat Live Streaming, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat dari Pelosok Aceh Utara

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Satu Dapur SPPG di Aceh Selatan Dihentikan Permanen

Rabu, 12 Agu 2026 - 22:20 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP., MM

PEMERINTAHAN

Tarmizi Hadiri Penetapan Rancangan KUA

Rabu, 12 Agu 2026 - 08:06 WIB

Penulis buku Hukum Erlizar.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Erlizar Rusli Kupas Hukum

Rabu, 12 Agu 2026 - 07:55 WIB