FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman

Selasa, 28 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | MA —  Potensi besar gas alam di Blok Andaman kembali menjadi perhatian publik. Di tengah besarnya cadangan energi yang diyakini dapat mengubah peta ekonomi Aceh dan Indonesia, berbagai pihak mengingatkan agar Aceh tidak hanya menjadi daerah penghasil, tetapi juga menjadi pemain utama yang memperoleh manfaat nyata dari pengelolaan sumber daya tersebut.

BACA JUGA...  Wali Nanggroe: Pendidikan Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah, Tapi Juga Keluarga

Pesan itu mengemuka dalam diskusi publik bertema “Sinergitas Pengembangan Blok Andaman antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh dalam Mewujudkan Kedaulatan Energi dan Kemandirian Ekonomi Bangsa”.

Acara tersebut digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK), pada Selasa (28/7/2026).

Diskusi menghadirkan Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Nasri Djalal, Kepala Bidang Migas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh Budi Darma, akademisi UIN Ar-Raniry Idaryani, Staf Khusus Gubernur Aceh Faisal Rizal Hasan, serta Ketua Komisi III DPRA Nurchalis. Kegiatan tersebut dipandu oleh Saifullah Abdulgani sebagai moderator.

BACA JUGA...  Niat Pemberian Beasiswa Bagus, Pemotongannya Yang Nakal

Masing-masing narasumber memaparkan pandangannya terkait peluang dan tantangan pengembangan Blok Andaman dari sudut pandang yang berbeda.

Pemerintah Aceh yang diwakili Kabid Migas Dinas ESDM Aceh dan Staf Khusus Gubernur Aceh menjelaskan berbagai langkah yang telah dilakukan untuk mengadvokasi kepentingan Aceh agar memperoleh manfaat optimal dari beroperasinya gas Blok Andaman, baik dari sisi ekonomi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun pembangunan daerah.

BACA JUGA...  Ormawa Dan Maba FH Unimal Berikan Sumbangan Untuk Kaum Dhuafa

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB