Provinsi Aceh sendiri memperoleh alokasi lebih dari 300 jembatan.
Angka-angka tersebut menunjukkan besarnya skala pekerjaan yang harus diselesaikan. Namun, di lapangan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berhadapan dengan persoalan teknis.
Cuaca dan kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri.
Hujan, Longsor, dan Potongan Video
ALI IMRAN mengakui bahwa kondisi cuaca ekstrem beberapa kali menghambat pekerjaan.
Hujan deras dapat membuat material tidak segera tiba di lokasi. Longsor juga dapat memutus jalur logistik.
Dalam kondisi tertentu, pekerjaan yang telah dilakukan bahkan kembali menghadapi ancaman kerusakan.
Karena itu, ia meminta masyarakat melihat proses pembangunan secara utuh.
Ia menyinggung beredarnya sejumlah video di media sosial yang menurutnya hanya memperlihatkan potongan kondisi tertentu sehingga menimbulkan kesan bahwa pekerjaan pembangunan jembatan tidak berjalan.
“Kami targetkan pembangunan jembatan ini cepat selesai. Namun, kendala di lapangan adalah hujan dan longsor. Ada yang memvideokan orang melintas, tetapi pekerja di bawahnya tidak direkam, lalu diviralkan seakan-akan tidak dikerjakan. Videokanlah secara utuh,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikannya dengan nada ringan. Namun, substansinya cukup jelas [pekerjaan pemulihan membutuhkan waktu, sementara kondisi lapangan tidak selalu dapat dikendalikan].




