Saya melihat perjuangan.
Saya melihat seorang wartawan senior yang datang dengan dipapah anaknya.
Saya melihat peserta yang berjuang mengejar waktu.
Saya melihat penguji yang tegas.
Dan saya melihat diri saya sendiri.
Di ruang itu, saya belajar bahwa wartawan boleh lelah.
Boleh gugup.
Bahkan boleh salah.
Tetapi tidak boleh berhenti belajar.
Dan tidak boleh berhenti bertanggung jawab.
Ruang sunyi Hotel Diana itu akhirnya bukan sekadar tempat kami diuji.
Ia menjadi tempat kami ditempa.
Tempat enam wartawan kembali mengukur diri.
Tempat pengalaman panjang diperiksa kembali.
Dan tempat saya belajar bahwa di balik sebuah predikat Wartawan Utama, selalu ada tanggung jawab besar untuk menjaga martabat profesi dan kepercayaan publik.
Mungkin karena itu, saya tidak ingin mengenang UKW ini hanya karena saya dinyatakan lulus.
Saya ingin mengingatnya karena tiga hari tersebut telah membuat saya kembali bertanya;
Untuk apa saya menjadi wartawan?
Jawabannya ternyata sederhana.
Untuk mencari kebenaran.
Untuk menyampaikan informasi.
Untuk memberi ruang kepada suara yang mungkin tidak terdengar.
Dan untuk menjaga kepercayaan publik dengan cara kerja yang benar.
Sebab pada akhirnya, wartawan tidak akan dinilai hanya dari sertifikat yang dimilikinya.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: Catatan selama UKW















