Hari itu, pengetahuan, pengalaman, bahkan harga diri sebagai wartawan seperti diletakkan di atas meja.
Bukan untuk dipamerkan.
Tetapi untuk diuji.
Saya masih ingat suasana itu.
Ada ketegangan yang sulit dijelaskan.
Kami terbiasa mengajukan pertanyaan kepada orang lain.
Hari itu justru kami yang harus menjawab.
Kami terbiasa mengejar narasumber.
Hari itu kami yang harus mengikuti instruksi.
Kami terbiasa mengoreksi informasi.
Hari itu pekerjaan kami sendiri yang diperiksa.
Dan di hadapan kami berdiri seorang penguji yang sejak awal berhasil membuat suasana menjadi jauh lebih serius.
Refa Riana.
Namanya tidak asing di kalangan wartawan.
Dalam UKW ini, Refa menjadi penguji jenjang Utama. Sementara peserta lainnya mengikuti ujian pada jenjang Muda dan Madya.
Pertemuan pertama kami dengan Refa tidak berlangsung dengan banyak basa-basi.
Sebuah kejadian kecil justru menjadi pembuka yang membuat kami berenam langsung terdiam.
Absen dan Teguran yang Membekas
SAAT pengisian daftar hadir, terjadi kekeliruan.
Daftar hadir diserahkan kepada Masluddin dengan arahan agar setelah menandatangani segera diteruskan kepada peserta di sebelahnya.
Namun karena posisi tempat duduk, daftar hadir itu justru disodorkan kepada Syawaluddin rekan yang berada di depan.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: Catatan selama UKW















