kalau seorang wartawan masih mau belajar dalam kondisi sesulit itu, alasan apa yang membuat kita berhenti belajar?
Ruang Ujian yang Berubah Menjadi Ruang Bercermin
DUA HARI akhirnya berlalu.
Ruang hening Hotel Diana yang pada awalnya terasa menegangkan perlahan berubah menjadi ruang yang menyimpan banyak cerita.
Di tempat itu kami pernah ciut.
Kami pernah panik mengejar waktu.
Kami pernah bertanya-tanya apakah pekerjaan yang kami lakukan selama ini sudah benar.
Kami pernah menerima koreksi.
Tetapi di tempat yang sama pula kami belajar.
Bahwa pengalaman panjang tidak boleh membuat seorang wartawan berhenti belajar.
Bahwa kompetensi bukan sekadar status.
Dan bahwa menjadi wartawan berarti bersedia mempertanggungjawabkan setiap kata yang ditulis.
Sabtu, 29 Agustus: Saat Hasil Menentukan
HARI ketiga tiba.
Tidak ada lagi yang bisa diulang.
Tidak ada lagi kesempatan memperbaiki pekerjaan.
Semua sudah berada di tangan penguji.
Kini tinggal menunggu.
Perasaan peserta bercampur.
Ada tegang.
Ada lelah.
Ada harapan.
Dan ada doa.
Kemudian hasil diumumkan.
Dari 28 peserta yang mengikuti seluruh rangkaian ujian, 23 peserta dinyatakan kompeten, sementara lima peserta belum kompeten.
Sekitar 82 persen peserta dinyatakan kompeten.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: Catatan selama UKW















