Membawa cerita tentang teman-teman sesama peserta.
Membawa rasa lega.
Dan membawa predikat baru.
Tetapi lebih dari itu, saya pulang membawa pertanyaan baru:
Apakah setelah UKW saya akan menjadi wartawan yang lebih baik?
Inilah ujian sebenarnya.
Bukan lagi di hadapan Refa Riana.
Bukan lagi di ruang UKW.
Bukan lagi dengan lembar soal dan batas waktu.
Ujian sebenarnya ada di lapangan.
Ketika seorang narasumber memberikan informasi yang belum terverifikasi.
Ketika seseorang meminta berita tidak ditayangkan.
Ketika ada pihak yang marah karena pemberitaan.
Ketika ada godaan untuk membuat judul lebih sensasional daripada faktanya.
Ketika kepentingan pribadi bertemu kepentingan publik.
Di situlah kompetensi benar-benar diuji.
Setiap hari.
Tiga Hari yang Tidak Akan Saya Lupakan
KINI, ketika mengingat kembali 27, 28, dan 29 Agustus 2026 di Banda Aceh, saya tidak lagi melihatnya sebagai tiga hari pelaksanaan UKW semata.
Saya melihatnya sebagai perjalanan.
Perjalanan dari seorang wartawan yang merasa sudah cukup berpengalaman menuju seorang wartawan yang kembali disadarkan bahwa pengalaman bukan alasan untuk berhenti belajar.
Saya bertemu banyak wajah.
Saya melihat kegembiraan.
Saya melihat ketegangan.
Saya melihat kelelahan.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: Catatan selama UKW















