Karena itu, ketegasan Refa perlahan menemukan maknanya.
Ada satu pesan yang terasa tinggal lebih lama di kepala;
“Di sini tempat Anda mempertaruhkan ilmu wartawan yang selama ini Anda jalankan.”
Kalimat itu terasa berat.
Tetapi justru karena berat, ia layak diingat.
Sebab menjadi Wartawan Utama bukan semata-mata persoalan kenaikan jenjang kompetensi.
Ada tanggung jawab yang ikut naik bersamanya.
Di Luar Ruang Ujian, Ada Cerita tentang Keteguhan
DI TENGAH ketegangan ujian, kami juga melihat sisi lain dari perjalanan ini.
Salah satunya adalah kisah Khairan Manggeng, wartawan senior yang mengikuti UKW dalam kondisi kesehatan yang tidak prima.
Ia datang dengan dipapah rekannya.
Tubuhnya mungkin sudah tidak sekuat dahulu.
Namun semangat jurnalistiknya masih menyala.
Kehadirannya menjadi pengingat bagi saya bahwa pengalaman panjang tidak boleh membuat seorang wartawan berhenti belajar.
Khairan membawa perjalanan panjang dalam dunia jurnalistik Aceh.
Ia pernah berada di lapangan dalam berbagai situasi penting.
Kini, di usia dan kondisi yang tidak lagi sama, ia masih bersedia duduk di ruang ujian.
Pemandangan itu sederhana.
Tetapi maknanya dalam.
Kami yang merasa lelah setelah seharian mengerjakan tugas seolah kembali diingatkan;
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: Catatan selama UKW















