Dan bahwa semakin tinggi jenjang kompetensi seorang wartawan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikulnya.
Bukan Sekadar Lulus
DUA HARI itu mengajarkan sesuatu yang mungkin tidak tertulis dalam lembar soal.
Menjadi wartawan bukan sekadar mampu menulis berita.
Bukan pula sekadar cepat menemukan peristiwa, menyusun paragraf, kemudian mengejar tenggat.
Menjadi wartawan berarti berani bertanggung jawab atas setiap kata, data, informasi, dan keputusan jurnalistik yang dilahirkan.
Predikat Wartawan Utama bukanlah garis akhir.
Justru ia menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Sebab semakin tinggi kompetensi seorang wartawan, semakin besar pula tuntutan untuk menjaga kepercayaan publik.
Di sinilah pesan Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, terasa kembali.
“Wartawan itu bukan simbol, bukan sertifikat, tetapi perilaku.”
Saya kira kalimat itu merupakan salah satu pelajaran paling penting dari tiga hari perjalanan ini.
Sertifikat bisa disimpan.
Predikat bisa dicantumkan.
Tetapi perilaku wartawan akan selalu terlihat di lapangan.
Pulang dengan Pertanyaan Baru
KETIKA meninggalkan Hotel Diana, saya sadar bahwa perjalanan itu belum benar-benar selesai.
Justru baru dimulai.
Saya pulang membawa pengalaman.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: Catatan selama UKW















