Musriadi: Pendidikan Aceh Tak Boleh Kehilangan Jati Diri

Kamis, 3 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH  | MA — Pendidikan tidak sekadar urusan mencetak generasi berpengetahuan, tetapi juga menentukan wajah Aceh pada masa mendatang. Karena itu, pendidikan harus menjadi fondasi untuk membangun generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak, sekaligus memiliki jati diri.

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., menegaskan pendidikan merupakan jalan damai menuju peradaban yang mulia. Menurutnya, kemajuan pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, nilai keislaman, budaya, dan kearifan lokal Aceh.

Hal tersebut disampaikan Musriadi melalui rilis pers kepada sejumlah redaksi media massa, Kamis (3/9/2026), dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh yang diperingati setiap 2 September.

BACA JUGA...  Kodim 0105/Aceh Barat Gelar Komsos Dengan Komponen Masyarakat

“Pendidikan adalah jalan damai menuju peradaban yang mulia. Pendidikan tidak cukup hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga harus membentuk karakter, akhlak, integritas, dan kepedulian sosial,” ujar Musriadi.

Ia mengatakan pendidikan Aceh memiliki kekhususan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Pasal 216 menegaskan hak masyarakat Aceh memperoleh pendidikan yang bermutu dan Islami dengan tetap menjunjung nilai Islam, budaya, kemajemukan, demokrasi, dan keadilan.

BACA JUGA...  Bhayangkara Run 2025 Sukses Digelar, Lebih dari 2.000 Pelari Meriahkan Banda Aceh

Amanat tersebut juga diperkuat Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015.

Menurut Musriadi, tantangan pendidikan semakin besar di tengah perkembangan teknologi digital. Sekolah dan madrasah tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus membangun literasi digital, kemampuan berpikir kritis, etika, dan integritas peserta didik.

Ia meminta pemerintah memperkuat pemerataan akses pendidikan, meningkatkan kualitas guru, menyediakan sarana yang memadai, serta memastikan anggaran pendidikan benar-benar berdampak terhadap mutu pembelajaran.

BACA JUGA...  PUSDA Rayakan HUT ke-80 RI dengan Aksi Sosial: Tebar Bendera Merah Putih dan Sembako untuk Warga Banda Aceh

“Pendidikan adalah investasi peradaban. Kalau kita ingin melihat wajah Aceh 20 atau 30 tahun ke depan, lihatlah bagaimana kita mendidik anak-anak Aceh hari ini,” tegasnya.

Musriadi mengajak guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat membangun ekosistem pendidikan yang maju tanpa tercerabut dari akar nilai dan identitas Aceh.

“Bangun pendidikan Aceh yang maju tanpa kehilangan jati diri, modern tanpa meninggalkan nilai luhur, serta cerdas tanpa kehilangan akhlak. Dari pendidikan yang berkualitas, kita membangun generasi; dari generasi berkarakter, kita membangun peradaban Aceh yang mulia,” pungkasnya.

Penulis : Muktarrudin

Editor : Fajar Darwis TU

Berita Terkait

Penetapan Lokasi SR Aceh Selatan Masih Plin-Plan, Siswa Belajar di SKB
Empat Siswa di Aceh Utara Tembus Final Nasional KSR 2026
DPP Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik untuk Mahasiswa
PAUD-HI Perkuat Edukasi Keselamatan Anak
Kapolsek Jagong Jeget Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Bullying
Aceh Timur Tumbangkan Lhokseumawe di GSI Aceh 
Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah
Sulap Lokasi Septic Tank Jadi Taman Air Mancur, Inovasi SD Negeri 6 Tanah Jambo Aye

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Penetapan Lokasi SR Aceh Selatan Masih Plin-Plan, Siswa Belajar di SKB

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Empat Siswa di Aceh Utara Tembus Final Nasional KSR 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:57 WIB

DPP Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik untuk Mahasiswa

Senin, 28 September 2026 - 20:20 WIB

PAUD-HI Perkuat Edukasi Keselamatan Anak

Senin, 21 September 2026 - 17:21 WIB

Kapolsek Jagong Jeget Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Bullying

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB