Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

yang sedang ditempa bukan hanya kemampuan teknis jurnalistik.

Mental kami juga sedang diuji.

Menjadi wartawan bukan hanya persoalan bisa menulis.

Seorang wartawan harus mampu bekerja di bawah tekanan tanpa kehilangan akal sehat.

Harus mampu menerima koreksi tanpa merasa direndahkan.

Harus mampu mengakui kesalahan.

Dan yang paling penting, harus tetap menjaga etika ketika berada dalam situasi sulit.

BACA JUGA...  Iboy, Pemimpin yang Tumbuh dari Tanah Kuala Penaga

Penguji yang Awalnya Terasa Galak

DUA hari bersama Refa mungkin membuat kami mengenangnya sebagai penguji yang galak.

Suaranya tegas.

Instruksinya jelas.

Koreksinya tidak banyak kompromi.

Tetapi setelah seluruh proses dilewati, kesan itu perlahan berubah.

Di balik ketegasan tersebut ada pesan yang jauh lebih besar;

wartawan tidak boleh bekerja setengah hati.

BACA JUGA...  Musriadi: Pendidikan Aceh Tak Boleh Kehilangan Jati Diri

Refa tidak sedang mencari kesalahan untuk menjatuhkan kami.

Ia justru menunjukkan bahwa dalam pekerjaan jurnalistik, kesalahan sekecil apa pun harus mendapat perhatian.

Di ruang ujian, sebuah kekeliruan mungkin hanya berakhir dengan koreksi.

Tetapi di lapangan, satu data yang salah dapat merugikan seseorang.

Satu informasi yang tidak diverifikasi dapat menyesatkan publik.

BACA JUGA...  Pantai Kuala Ketapang: Destinasi Wisata Bahari Baru yang Menenangkan di Aceh Tamiang

Satu keputusan yang mengabaikan etika dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pers.

Penulis : Syawaluddin

Editor : Syawaluddin Ksp

Sumber Berita: Catatan selama UKW

Berita Terkait

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas
Catatan Perjalanan Mengikuti UKW SPS Aceh–LUKW Pikiran Rakyat di Banda Aceh

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 September 2026 - 10:34 WIB

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Berita Terbaru

FEATURE

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 Sep 2026 - 13:44 WIB

FEATURE

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Kamis, 3 Sep 2026 - 10:34 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi: Pendidikan Aceh Tak Boleh Kehilangan Jati Diri

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:17 WIB

PERISTIWA

Dugaan Intimidasi Wartawan, Dandim: Ini Kesalahpahaman

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:07 WIB